Ilustrasi : net
Ilustrasi : net
KERINCI, Sungguh malang nasib SJ (35) warga Desa Baru Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci. Niat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sudah 2 tahun bekerja di Malaysia ini hendak pulang ke kampung halaman, malah berakhir duka.

Saat hendak pulang ke Indonesia bersama MD (35) suaminya, didalam perjalanan suaminya dibunuh oleh DM, tekong yang mengantar mereka pulang. Tidak hanya suaminya, dua orang teman mereka yang juga berasal dari Kerinci  NZ (35), dan SP (20) juga dibunuh oleh tekong. 


Sadisnya lagi, tekong yang juga merupakan warga Sungai Abu, Kabupaten Kerinci ini juga memperkosa korban SJ. 


Informasi yang dihimpun koran ini, beberapa hari yang lalu korban bersama suaminya, MD dan dua orang temannya hendak pulang dari Malaysia ke kampung halaman mereka di Kerinci.


Mereka awalnya hendak pulang melalui jalur resmi, namun malah dibawa Tekong melalui jalur illegal. Karena sudah terlanjur membayar uang mereka pun ikut tekong melalui jalur illegal.


Untuk menuju kapal yang akan mengantar para TKI ke Indonesia, mereka harus berjalan kaki melewati perkebunan sawit warga yang jaraknya sekitar 1 Kilometer (KM). Anehnya tekong tersebut mengantar satu persatu TKI tersebut ke kapal. Saat itulah korban dibunuh menggunakan senjata tajam jenis parang.


Beruntung SJ yang diantar terakhir berhasil merayu pelaku dan akhirnya nyawanya selamat. Korban sempat melihat mayat suami dan satu orang temannya. Mereka diikat dikapal dan dibuang ditengah laut, perbatasan Malaysia dan Indonesia. 


Informasi lain menyebutkan korban sempat tinggal bersama pelaku selama tiga hari di Tanjung Balai Karimun, Riau dan korban diperkosa pelaku di Riau. 


Korban berhasil selamat sampai di Kerinci, karena korban bersedia dinikahi pelaku dan agar bisa menikah korban mengelabui pelaku dengan cara pura-pura izin pulang kampung untuk meminta restu orangtuanya. 


Korban berangkat ke Kerinci sendirian. Sesampai di Kerinci Sabtu (4/5) malam kemarin, korban langsung menceritakan ke keluarganya. Oleh keluarga dan masyarakat korban dibawa ke RSU Raden MHA Thalib Kerinci  untuk divisum dan dirawat. 


Pantauan di RSU MHA Thalib korban dirawat di zaal kebidanan ruang Kelas II/07 Sitinjau Laut. Korban yang terbaring tampak menangis dan terlihat trauma. Sesekali korban menyebut nama Allah, ‘’Laillahaillallah". 


Ibu korban mengatakan, sejak tiba di Kerinci korban tidak mau makan dan selalu menangis terkenang suaminya yang dibunuh pelaku. "Selama tiga hari di Riau dia juga tidak makan, tidurpun kurang," ujarnya.


Sekitar pukul 16.00 WIB polisi dari Polres Kerinci terlihat datang ke tempat korban dirawat. Polisi tampak mengambil cap jempol korban.

Ibu korban mengungkapkan bahwa korban adalah salah satu anak perempuannya. Dia memiliki 4 orang anak, dua orang laki-laki dan dua orang perempuan.


"Malam kemarin Sabtu (4/5) tiba di Kerinci, setengah jam tiba dirumah langsung dibawa ke rumah sakit. Sekitar pulul 22.00 WIB ke Rumah Sakit. Kita juga sudah lapor polisi," tambah adik korban.


Ditanya lebih lanjut mengenai kronologis kejadian, adik korban mengaku tidak tahu persis. "Saya tinggal di Pungut, jauh. Dipanggil kesini (RSU,red) ya langsung saja saya kesini. Dak tau ceritanya bagaimana," ujarnya.


Sementara itu korban belum dapat diwawancarai, karena masih trauma.
Kapolres Kerinci AKBP Ismail melalui Wakapolres Kerinci, Kompol Kristian Adiwinata saat dikonfirmasi mengatakan, tidak ada laporan langsung mengenai kejadian tersebut ke pihaknya. Namun, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat dan langsung ditindaklanjuti pihaknya.

Menurutnya tempat kejadian perkara (TKP) di Malaysia dan Riau. Oleh karena itu pihaknya berkoordinasi dengan Polda Jambi, karena menyangkut dua negara Indonesia dan Malaysia. "Karena menyangkut dua negara harus diselesaikan negara," ujarnya.

Dikatakannya, kasus tersebut kewenangan interpol, karena ada saksi di Malaysia."Yang berhak mengadili negara Malaysia," ucapnya.

Sedangkan TKP pemerkosaan di Riau, maka kasus tersebut ditangani Polda Riau."Pelaku sekarang di Riau," ungkapnya.


Walaupun demikian pihaknya tetap mendalami laporan tersebut. "Indikasinya benar terjadi peristiwa tersebut," ujarnya.


Wakapolres membenarkan bahwa korban berjumlah empat orang, termasuk SJ. Keempat orang itu berasal dari Kabupaten Kerinci. "Semua dari Kerinci, yakni SJ, suaminya MD dan dua orang rekan mereka, salah satunya ada yang dari Koto Tebat, Air Hangat Timur. SJ dan suaminya MD dari Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur," pungkasnya. (sumber: jambi ekspres)


TAGS

Komentar

Berita Terkait

DPRD Kerinci 6 Fraksi

Pemkab Kerinci akan Rombak Stuktur Organisasi

44.292 Penduduk Kerinci Belum Miliki E-KTP

Mantan DPRD Kerinci Belum Kembalikan Mobnas

Tak Ada Air Bersih, Pasien RSUD Kerinci Mengeluh

K2 Kemenag Bermasalah, Ombudsman Turun ke Kerinci

5.000 Pelajar Pakai Narkoba

Hich Terima Vonis Hakim

Acai Dilaporkan Atas Dugaan Penganiayaan

Pembunuh Joko Di Dor

Musliyadi Terancam Hukuman Seumur Hidup

DPO Curanmor Diringkus

Perbatasan Sarolangun - Rawas Dijaga Ketat

Sopir Batu Bara Digancu

Pelajar Spesialis Pencuri HP Ditangkap

Kecelakaan Kerja, 3 Orang Tewas

Arfandi Kalah Dalam Kasasi

Lagi, Mobil Batu Bara Terbalik

Mojok, Sepasang Kekasih Dirampok

Spesialis Curanmor Unja Tertangkap

Pemilik Toko Ditembak, Emas Disikat

Bobol Indomaret, Rampok Bakar Mesin ATM

Arifien Ingin Seret Mantan Sekda

Kurir : Bandar Tinggal Di Lapas

Adik Ipar Sendiri Digarap

Pihak Ponpes Sebut JM Juru Masak

Siswi SMA Dijual Rp 1,2 Juta

Ditabrak Dari Belakang

Preman Angso Duo Terorganisir

Zulfahmi dan Romi Divonis 8 Tahun

Mantan Dirut PDAM Divonis 1,6 Tahun

Pelaku Perampokan Diburu Ke Sumsel

Curi Tabung Gas, Parizal Diringkus

Polri Terima Taruna Akpol

OKT Tenggelam Dibawah Jembatan

Empat Rumah Terbakar

Preman Angso Duo Ditangkap

Korban Ditembak, 30 Suku Emas Raib

Kasus Bandara Tunggu Audit BPKP

Sub Kontraktor PT BPIP Tewas

Bapak Gauli Anak Kandung

Truk Batu Bara Terbalik

Istri Sopir Truk Kayu Histeris

Dua Kelompok ABG Baku Hantam

Empat Lakalantas, Dua Tewas

Konflik PT Asiatic dengan Petani Berlanjut

Pulang Mancing, Kepala Pecah

Bujang Segera Diadili

Supir Angkot Fasilitasi Pencopet

RA Ditetapkan Sebagai Tersangka

Pasutri Tertangkap Jual Sabu

Pencuri Mesin Dompeng Diringkus

Ditikam Saat Nongkrong Diwarung

Tiga Pos Retribusi Dirusak

Merampok, Pelajar Dikepung Massa

Kantin Unja Ludes Terbakar

Heri Cs Ditangkap di Jakarta

JPU Akan Tanggapi Pembelaan Hick

PN Tangani 47 Kasus Narkotika

5 Kendaraan Ditilang

Polisi Razia Anak Punk

Sapto Eddy Kembali Diperiksa

Polisi Kesulitan Cari Saksi Pembunuhan

Mantan Camat Dituntut 3 tahun 5 bulan

Ipda Hendrik Temui Istri Tersangka di Hotel

Lima Kendaraan Tabrakan Beruntun

Pengacara: Hich Tak Terbukti Korupsi

Mantan Dirut Divonis 20 Bulan

Lagi, Mahasiswa Jadi Korban

Polisi Amankan Motor Bodong

Tahanan Polres Kerinci Kabur

Penyidik : Modusnya, Korban Dipaksa

Pelaku Sindikat Antar Provinsi

Polisi Tangkap 61 Orang Penimbun BBM

Pencurian Helm Marak Di Merangin

Terdakwa Kerusuhan Lubuk Niur Dituntut 8 Tahun

ABG Digasak Sepuluh Pemuda

Dinonpalukan, Nelson Curigai Pesanan Pejabat

Mantan Sekda Minta Dibebaskan

Dahului Motor, Truk Terguling

Kedua Pihak Diminta Tahan Diri

Oknum Kades Diduga Tiduri Istri Orang

Anggota Polisi Nyaris Dihakimi Warga

Nelson Minta Perlindungan KY

Pelaku Perampokan Lari Keluar Daerah

Puluhan Orang Tewas di Jalan

Korban Mutilasi Masih Di RS

22 Kubik Kayu Diamankan

Inova Seruduk Dua Mobil

Sembilan Saksi Diperiksa

Ditusuk Istri, Hamsari Minta Kasus Dihentikan

Tersangka Pompong Segera Disidang

Motor Raib Saat Makan Bakso

Keluarga Korban Ngamuk di PN

Hich Dituntut 1,6 Tahun

Pemerkosaan Marak di Jambi

Nyuri di Masjid, Iwan Dihajar Massa

Direktur PT Borneo Tersangka Kasus Laptop

Dua Sepupu Kompak Menjambret

110 Jadi Call Center Polri

Tiga Pelaku Curanmor Tertangkap

Lagi, Perampokan di Daerah Rengkiling

Pelajar Dibacok Pakai Celurit

IMI Tabrak Truk PS

Gelapkan Uang Perusahaan Untuk Nikah

Pertamina Stop Suplay BBM

Raden Banding, Madjid Menunggu

Polda Kantongi Nama Tersangka Kasus Laptop

Timses AJB Diperiksa

Kaca Dipecah, Rp 316 Juta Ludes

Parkir Dikantor Pajak, Kaca Mobil Dipecah

Balita Tewas Akibat Masuk Sumur

Penimbun BBM Diamankan

Penyebar Video Porno Dihukum 4,8 Tahun

Istri Manipol Akan Lapor Mabes Polri

Lagi, Spesialis Jambret Diringkus

Larikan Istri Orang, Harpendi Dianiaya

Oknum Polisi Mengamuk

Ratusan juta Uang Palsu Beredar

Taxi Tabrak Pembatas Jalan

Posko Fasha Kemalingan

Residivis Penjambretan Diringkus

Sabu Rp 400 juta Diamankan

Akibat Hutang, Suryanto Gantung Diri

Mobil Pelangsir BBM Terbakar

Polisi Razia Sepeda Motor

Anggota KPU Provinsi Dipolisikan

Solar Langka, Brimob Tangkap 1,5 Ton Solar Ilegal

Sopinah Dicekik, Lalu Ditelanjangi

Pergoki Suami Selingkuh, DM Dianiaya

Pencuri Gasak Honda Crv di Garasi

Dituduh Ngintip, Roby Bacok Tetangga Pakai Celurit

Pria Edan Dihajar Warga

Rumah Kayu Ludes Dilalap Api

Tiga Pendemo Dihajar Ajudan Gubernur

Spesialis Pencuri Mobil Dibekuk

Kalau Tertangkap, Bunuh Saja

Kijang Terjun Ke Jurang

Pelaku Enggan Obati Korban

20 Napi Masih Buron

Ratusan Warga Mengungsi

Sopir Mabuk Tabrak Angkot

Sekolah Pungut Uang Praktik

Pencari Ikan Tewas Tenggelam

Kantor Biro Jasa Terbakar

Korban Diberi Mi Kedaluwarsa

Bagan Pete Terancam Banjir

Jambret Diamuk Massa

Bohongi Menu Halal, McDonald's AS Digugat Rp6,7 Miliar

Penangkapan Artis Jadi Pembicaraan di Rusia

BNN: Raffi Ahmad Kerap Gelar Pesta di Rumahnya

Rekomendasi




add images