<div>
Meski sudah beberapa kali dihalau masuk ke sungai, namun buaya yang diberi nama si Buntung ini tetap kembali ke dekat perkampungan warga. 
</div>
Meski sudah beberapa kali dihalau masuk ke sungai, namun buaya yang diberi nama si Buntung ini tetap kembali ke dekat perkampungan warga. 
Seekor buaya yang berada di Parit 15, RT 04, Dusun Bhakti Utama, Desa Karya Bhakti, Kec Rantau Rasau, Kab Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), yang sempat diberi nama si Buntung oleh warga setempat, hingga saat ini masih belum kembali ke tempat asalnya di Sungai Batanghari.

Ngatijo, Sekdes Karya Bakti, saat dikonfirmasi jambiupdate.com menuturkan, buaya itu saat ini malah makin mendekat ke darat. Padahal, sebelumnya sudah sempat mengarah ke Sungai Batanghari.

Penjagaan juga masih terus dilakukan. Makanan diberikan berupa daging ayam, dan ikan laut. Terkadang pisang yang dilempar pengunjung pun dimakannya.
Namun, sekarang jumlah warga dari luar daerah yang datang untuk melihat buaya ini mulai berkurang. Dalam sehari paling banyak hanya sepuluh orang, padahal sebelumnya sempat mencapai ratusan.

‘’Waktu pengunjungnya banyak, bisa terkumpul ratusan ribu rupiah per hari untuk membeli makanannya. Sekarang hanya Rp 20.000 dari pengunjung yang suka-rela memasukkan uang ke kotak amal yang kami sediakan,’’ papar Ngatijo.

Lebih lanjut, Ngatijo menuturkan, warga sudah melakukan berbagai ritual agar si Buntung mau pulang ke asalnya. Tapi, hingga saat ini ia masih betah bertahan di dekat pemukimkan warga. ‘’Selagi tidak mengganggu, kalau dia akan terus di sini bersama kami, kami tidak keberatan,’’ tambah Ngatijo.

Sebagaimana dilansir jambiupdate.com sebelumnya, buaya sepanjang sekitar 3 meter ini tiba-tiba saja muncul di dekat pemukiman warga parit 15, Dusun Bakti Utama, Desa Karya Bakti, Kec Rantau Rasau, Kab Tanjabtim, pada 31 Maret 2013 lalu.

Kehadiran buaya ini menggegerkan warga, karena sejak desa itu ada baru kali ini ada buaya masuk kampung.(*)

Reporter : Aldi Saputra.
Redaktur : Joni Yanto.


TAGS

Komentar

Berita Terkait

Dana Operasional Bupati Tanjabtim Rp 180 Juta

Terasi Udang Diduga Gunakan Formalin

Tanjabtim Berangkatkan 50 CJH

Harga Turun, Petani Pinang Mengeluh

Jam Belajar, Siswa Angkat Mobiler

Proyek Kolam Renang Masih Diselidiki Jaksa

Aneh, Pisang Berbuah Seribu

Dikhawatirkan Ada Bakso Haram

Rekomendasi




add images