Entah apa penyebabnya, pasokan elpiji di beberapa wilayah di provinsi Jambi tersendat. Akibatnya, warga kesulitan dalam mendapatkan elpiji baik isi 3 Kg maupun 12 Kg.
Sebut saja misalnya di kabupaten Merangin. Sejak dua bulan, di bumi Tali Undang Tambang Teliti ini, pengecer di sana tidak mendapatkan pasokan elpiji.
 
"Sudah dua bulan belakngan ini, kami tidak mendapat pasokan elpiji, karena ada pihak agen yang mengambil pasokan tersebut" Kata Rian, pangkalan elpiji di pasar Bangko.
Dirinya mensinyalir, saat ini banyak pangkalan  elpiji yang tutup akibat minimnya pasokan. ‘’Kami hanya menjual sisa pasokan lama," jelas Rian.
 
Sedangkan harga Elpiji elpiji di kabupaten merangin saat ini Rp 17 ribu untuk ukuran 3 Kg. Sedangkan untuk harga Elpiji elpiji ukuran 12 Kg dipasaran masih Rp 100 ribu.
Wargapun banyak mengeluhkan mahalnya harga gas ini. Salah satunya warga kota Jambi, Sujud.  Mahalnya harga gas 3 Kg membuat ia beralih menjadi konsumen gas 12 Kg.

“Kalau untuk masak biasanya kami pakai Elpiji 3 kg, kini kami terpaksa memakai Elpiji 12 kg, walaupun mahal tapi tetap harus pakai lah,“ ujar pedagang gorengan ini.

Dikatakan sujud, dampak kelangkaan dari Elpiji 3 kg tersebut sudah dirasakannya sejak beberapa hari yang lalu. Sebutnya, sebelum seminggu atau beberapa hari yang lalu, Elpiji 3 kg tidak lah langka.

Anggota komisi B DPRD Kota Jambi Paul Andre Marisi yang dikonfirmasi Koran ini mengatakan hal tersebut diakibatkan kuota Elpiji 3 kg untuk Kota Jambi tidak terdeteksi. Hal tersebut karena Pemkot tidak hadir dalam rapat terkait Elpiji 3 kg di Palembang.

"Penyebabnya Kuota tidak terdata atau tidak terdeteksi. Dan itu dikarekan Pemkot tidak hadir dalam rapat di Palembang," ujar Paul.

Untuk antisipasi penimbunan Elpiji 3 kg, Paul meminta Pemkot untuk menertibkan penjualan Elpiji 3 kg tersebut.
"Pasca rapat dengan pertamina terkait Elpiji 3 kg tanggal 17 Mei nanti, kita minta pemkot untuk menertibkan penjualan Elpiji 3 kg tersebut. Itu kan seharusnya yang bisa menjualnya hanya di Agen dan pangkalan saja, jadi toko atau ruko lain tidak bisa," tandasnya.

Kadisperindag Izhar Muzani yang dikonfirmasi baru-baru ini, juga belum mengetahui secara pasti penyebab kelangkaan Elpiji 3 kg tersebut.
"Kita belum sempat memantau ke bawah, jadi kita tidak tau apa penyebabnya," ujarnya.

Dari Bungo sendiri dilaporkan, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bungo mengajukan penambahan kuota Elpiji Elpiji ukuran 3 Kg. Asisten II Setda Bungo, Budi Hartono mengatakan, pengajuan tersebut disampaikan kepada pertamina Jambi.


“Penambahan tidak terlalu banyak,” jelasnya. Karena, pemkab Bungo mengkhawatirkan Elpiji 3 Kg tersebut disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Biasanya, barang yang subsidi itu rawan penyelewengan. Makanya kita ajukan sedikit,” pungkasnya, tapa menyebutkan berapa jumlah kuota yang diajukan tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, sesuai dengan aturan, untuk Elpiji 3 kg, limit harga adalah Rp 15 ribu. Ketentuan tersebut berlaku pada jarak maksimal 40 Kilo Meter dari SPBE (stasiun pengisian, red). Lebih dari jarak 40 km, merupakan kondisi khusus yang ada kebijakan tersendiri.


“Kalau dijual lebih tinggi, ya tidak boleh. Karena ini barang bersubsidi pemerintah harus intervensi. Kecuali Elpiji non subsidi, silakan jual dengan harga berapapun. Itu kan bisnis murni,” sebutnya lagi.


Dari Batanghari dilaporkan,  harga Elpiji tersebut melambung tinggi. Bahkan mencapai dua kali lipat dari harga normal. Seperti di Kecamatan Muaratembesi harga elpiji 3 kg mencapai Rp 30 ribu. A kibat dari kelangkaan tersebut membuat warga banyak beralih ke elpiji yang 12 kg.


Salah satu pemilik warung makan di Jln Jambi-Muarabulian, Murtati (35),  mengakui sudah dua pekan terakhir ini kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram. 
“Beberapa hari terakhir ini saya sudah muter-muter ke empat toko, kosong semua. Di salah satu toko langganan saya hanya dikasih satu tabung,” ujar Murtati sabtu (11/5/2013).

Sedangkan Nalim salah seorang penjual Elpiji 3 Kilo di Kecamatan Sabak Barat mengatakan hingga saat ini Elpiji dijualnya belum mengalami kenaikan. Setiap Elpiji 3 Kilo dia jual Rp 20 Ribu kepada masyarakat.


"Belum mengalami kenaikan. Karena pasokan masih lancar," ujarnya kemarin (12/05).

Diakuainya memang beberapa waktu lalu pasokan Elpiji 3 Kilo sempat putus, namun itu hanya terjadi selama beberapa hari saja, setelah itu pasokan Elpiji 3 Kilo kembali lancar.
"Setiap datang pasokan Elpiji, saya selalu menerima 20 hingga 30 tabung Elpiji 3 Kilo," jelasnya.(sumber: jambi ekspres)

TAGS

Komentar

Berita Terkait

SMAIT Al-Azhar Kunjungi Indofood

Soal Mobnas Dewan, Sekwan Enggan Beri Deadline

Kepergok Warga, Dua Pelaku Curanmor Tinggalkan Motornya

Misroni Dikenakan Pasal 406 KUHP

Orang Tua Misroni Juga akan Diperiksa

Sedot Anggaran Rp 5,1 M

Petani DAS Dua Kali Gagal Panen

Moratorium Hutan Harus Diperpanjang

150 Peserta Bersaing

Terlihat Jelas Mulai Sanur sampai Kiribati

34 Group Band Jambi Bersaing

Harga Karet Jambi Naik Rp 2.000

Korsel Sepakat Bangun PLTU Tebo

RSU Baiturrahim Jalin Kerjasama dengan 5 RS Ternama

Sekda: Akan Saya Pelajari

Si Buntung Betah di Kampung

Aneh, Pisang Berbuah Seribu

Dikhawatirkan Ada Bakso Haram

2013, Dibantu APBN Rp 5 M

Izin PT Asiatic Terancam Dicabut

SAD Masih Bertahan, Petani Tanjabtim Datang Lagi

Proyek Karet Rp 30 M Dipertanyakan

Tanpa Perbup, Perda Mandul

Rabu, Grand Opening RSU Baiturrahim

SAD Duduki Kantor Gubernur

Tol Trans Sumatera Tunggu Perpres

Kepentingan Politik Bermain

Tim Kesehatan Peduli Pucuk

DPRD: Indofood Ditutup, Apa Kata Indonesia

Digilas, Patimura Macet

PU Luncurkan Buletin Pasir Putih

Tol Sumatera Mulai Tahun Ini

Pipa Bocor , Air PDAM Muncrat 7 M

Tertular Dari Suami

Batas Jambi - Sumsel Belum Kelar

Hapus Upah Murah dan Outsourching

Mahasiswa Kutuk Pemerintahan SBY

Rabies Ancam Warga Kota

Juni, Rapel Gaji Dibayar

Masih Dalam Proses Tender

Mediasi Lahan Asiatic Berjalan Mundur

Siaran Radio Swasta Dievaluasi

Lagi, Warga Demo Masalah Seismik

Telan Dana Rp 45 M

Tablik Akbar Dihadiri Ribuan Jemaah

HBA Sesalkan Pungutan

Pembukaan seminar Jamsinas 3

PTPN Didemo Pemuda

Peserta Bayar Rp 550 Ribu

Spanduk KPUD Munculkan Polemik

Dua Mentri Datang ke Jambi

Lampu Merah Tak Berfungsi

Ajang Promosi Potensi Jambi

Belum Terasa di Jambi

Mediasi PT Asiatic Vs SAD Ditunda

Terjadi Panic Buying

Sakti: Indahnya Menyatukan Pendapat

Perda Batubara Akan Dievaluasi

Kemenangan Kaum Perempuan

Puan Hadir di Jambi

Penimbunan BBM Marak

BTN Diminta Tertibkan Penghuni Liar

Mahasiswa Jambi Tolak Budiono

KPID Gelar Beragam Kegiatan

Terhambat Sikap DPRD Kota

Petugas KUA Dilarang Nikah Siri

Biaya Resmi Nikah Ternyata Rp 30.000

Gas LPJ Barang Langka

Warga Tetap Menolak, Pemkot Tak Bergeming

Siginjai Targetkan 30.000 Pengunjung

73.539 Paspor Diterbitkan

122 Imigran Masuk Jambi

Si Buntung Jadi Objek Tontonan

Truk dan Fuso Kesulitan Dapatkan Solar

Tagihan Membengkak

Pasar Induk Mubazir

Antrian Solar Kian Parah

Warga Protes Lewat Spanduk

Hati-Hati ke Luar Negeri

KPID Gelar Gemes Pedas

Harga Karet Turun Lagi

40 Konflik Lahan Belum Kelar

Hibah Rp 5, 7 T Belum Digunakan

Pegawai Ikuti Nation Character Building

Samisake & Infrastruktur Disorot

Barrier Gate Dinilai Sia-sia

Antisipasi Pecahkan Kaca Mobil

SAD Tidur Di Halaman Kantor BPN

Jambi Waspada Virus H7N9

28 Titik Kebakaran Kota

Zainal: Tak Ada Pansus Angso Duo

SAD Duduki Kantor BPN

Lima Investor Lirik Angso Duo

Motion Boyband Hadir di Citra Land

Berhala Lepas, Produksi Perikanan Aman

JFC Telan Rp 300 M

Pencari Kerja Berijazah SLTA

2400 Meter Lahan Terpakai

HBA: Jalankan Perda Batubara

Ruko Dibangun di Atas Jalan

Pansus DPRD Sorot Lokasi Indofood

Citilink Potong Tumpeng

Terbang Nyaman Dengan Citilink

DPRD Kota Ngotot Bentuk Pansus

Kekurangan Penyuluh Pertanian

Ikan di Keramba Banyak Mati

Angso Duo Lagi, Angso Duo Lagi

Distop, Tapi Dilepas Lagi

Cuaca Ekstrem Masih Terjadi

Memberi Penghormatan Kepada Leluhur

SK Guru Ikut Terbakar

Wako Instruksikan Perbaikan

Pedagang Tolak Relokasi

Raja Jambi Juara Umum

Bawang Impor Membawa Untung

Jalan Simpang Nes Rusak

Lokalisasi Segera Ditutup

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam

Lubang Menganga di Tengah Jalan

Sum-Maulana Goro di Handil

Juni, Honorer Tes CPNS

Belanja Rp 100 Ribu, Dapat Voucher Rp 200 ribu

Harga Karet Terus Anjlok

Semua Korban Sudah Dibantu

Rp 3,2 M Untuk Korban Banjir

Sudah Disebar 231.705 Lembar

Ribuan Honorer K2 Uji Publik

Hujan, Angso Duo Makin Kumuh

Dua Bulan, 76 PNS Cerai

Pedagang Tolak Direlokasi

Penerbit IMB Diminta Turun

Pelecehan Seksual Terhadap Anak Marak

Turunkan SBY dan Budiono

Tingkatkan Kebersamaan, Perbankan Gelar Por Bank

Rompi Anti Peluru Selempang Merah

Pembatas Jalan Amblas ke Jurang

ZN Emosi, HBA Terdiam

Instalasi PDAM Perhatian Gubernur

Jambi Masih Berpotensi Hujan

Kompleks Mutiara Porak Poranda

Kota Baru Indah Tenggelam

Cuaca Ekstrim Masih Mengancam

Pencarian Si Belang Dihentikan

Bawang Lokal Susah Dicari

Banyak Gepeng Berkeliaran

Lalin terhambat Road Race

Awas, Gas 3 Kg Dioplos

Pemilik Tambak Rugi Besar

1 Keluarga, 1 Pohon

Sehari 120 Truk Sampah

Harga Bawang Terus Melonjak

Bukan Lepas Dari Kontainer

Yang Berkeliaran Itu Harimau Sakit

50 Rumah Terendam

PLN Sebar Puluhan Regu

3 Timsus Dikerahkan ke Lokasi

Harimau Masuk ke Sungaibahar

Ayo, Rebut Kembali Pulau Berhala!

PGMIPA-BI Unja Dikorupsi?

Bawang Impor di Atas Angin

Hujan Deras, Gado Gado Terendam

Tiang Listrik Nyaris Timpa Rumah Warga

Si Belang Bergerak ke Palembang

Raja Hutan Diburu di Sukadamai

Ibu-ibu Tuntut Kesamaan Gender

Luar Negeri Bantu Bangun Trotoar

Solar Diuber Sopir Mobil

Gubernur Jambi Diminta Bersaksi

Si Belang Muncul Lagi

Tak Mempan Ditembak Bius

3 Harimau Berkeliaran di Pemayung

Lagi, Harimau Makan Korban

Harimau Melintas di Tempino

Warga Bertam Resah

Timsus Lacak Si Belang di Jaluko

Harimau Berkeliaran Karena Galau

Drainase Banyak Tersumbat

Korban Terluka Parah

Pertani Karet Diterkam Harimau

Jembatan Layang Jangan Negatif

Ancol Bau Bangkai

Banjir Berangsur Surut

Jambiupdate.com di Louching

Jembatan Gantung Huruf “S”

Hutan Tanaman Kenali Sepi Pengunjung.

Ojek Rakit Pasang Tarif

Jalan Berlobang Dan Tidak memiliki Drainase

Penumpang Boat Layang Di Tanggo Rajo Ramai

Demo WTC Isapan Jempol

Galang Bantuan di Jalanan

Tanggo Rajo Terendam

Korban Banjir Banyak Sakit

Drainase Tersumbat Pasir

Ke Sekolah Naik Perahu

Ratusan Rumah Terendam

Jalan Patimura Rusak

Pasar Talang Banjar Kumuh

Ayam Potong Ikut Naik

Harga Daging Tembus Rp 90.000

Sesuap Nasi Dari Sampah

Harga Cabai Melonjak

Macet Tiap Hari

Traffic Light Rusak

Pedagang Duku Menjamur

Jembatan Berbak Putus

Mengais Rejeki di Jembatan Aur Duri II

Raup Omzet Puluhan Juta dari Membuat Toko Online

Menengok Peluang Bisnis Angkringan

Wawan, Mengolah Kulit Pari Jadi Produk Bergengsi

Berawal dari Garasi, Kini Roti Teja-Nanik Meraja

Rekomendasi




add images