Menteri BUMN, Dahlan Iskan, saat di acara berdialog dengan warga Tionghoa.
Menteri BUMN, Dahlan Iskan, saat di acara berdialog dengan warga Tionghoa.
Sebanyak 11.000 sawit petani plasma yang ada di Sei Bahar, Kabupaten Muarojambi berusia 30 tahun. Dan ini perlu diremajakan dengan segera mungkin. Bahkan 10.000 ha diantaranya sudah jatuh tempo.

‘’Dan ini perlu diremajakan, agar tidak menimbulkan konflik sosial dikemudian hari,’’ ungkap Direktur Utama PTPN VI, Iskandar Sulaiman dihadapan petani sawit dan Menteri BUMN, Dahlan Iskan kemarin.


Untuk tahun ini sendiri lanjutnya, sebanyak 1.000 ha lahan sawit diremajakan. Dan ini selain berkat dorongan dari pemerintah daerah, juga dukungan dari semua pihak.

Menanggapi hal ini, Menteri BUMN mengaku mendukung langkah tersebut. Karena, jika tidak diremajakan katanya, produktivitas akan semakin menurun. Dahlan juga menyetujui permintaan bantuan Sapi di kawasan tersebut.

Dikatakan Dahlan, peremajaan sawit di Kabupaten Batanghari memang perlu dilakukan, sebab umur sawit tersebut sudah memasuki usia 30 tahun, atau usia tidak prodiktif.

“Nah yang jadi masalah, jelang sawit tersebut bisa menghasilkan petani makan apa?” kata Dahlan.

Pertanyaan ini dilontarkan Dahlan pada belasan Ketua Kelompok Tani Sawit di Sungai Bahar yang datang dalam MoU peremajaan sawit di PTPN VI, kemarin. “Alhamdulillah, semua petani sawit ini ternyata sudah siap menghadapi kondisi ini. Selama peremajaan, petani bisa menanam tumpang sari untuk makan, sementara kebutuhan lainnya mereka meminta Sapi untuk ternak agar mendapatkan penghasilan tambahan,” ujarnya.


Ada beberapa poin catatan Dahlan dalam pertemuan tersebut, pertama Dahlan meminta PTPN VI membantu para petani sawit di Sungaibahar. Kemudian, ia meminta dalam peremajaan sawit, petani diberikan bibit unggul.


“Katanya ada bibit yang bisa 2,5 tahun sudah menghasilkan, itu yang diberikan ke masyarakat,” ujarnya.


Lalu poin lainnya, soal permintaan Sapi, Dahlan mengatakan itu akan dipenuhi. Tapi tidak semua petani senang dengan beternak Sapi, karena itu PTPN VI akan mencarikan solusinya.


“Tapi itu tidak gratis, karena gratis itu tidak baik. Sifatnya pinjaman kepada petani dan harus dikembalikan, nah polanya nanti PTPN VI yang akan mencarinya,” ujar Dahlan.

Sementara itu, Bupati Muarojambi, Burhanuddin Mahir mengatakan, ada 30 ribu hektar sawit di kawasan Muarojambi, dengan petani mencapai 11.356 jiwa, dengan hasil CPO mencapai 350 ribu ton pertahun. Saat ini 11 ribu hektar perlu diremajakan.

“Kalau tidak diremajakan, ini akan jadi bom waktu. Sebab, masyarakat tergantung hidupnya dari lahan itu, kalau kebunnya tidak ada hasil lagi mereka mau makan apa, bisa dibayangkan apa jadinya,” kata Burhan.


Ia berterima kasih pada PTPN VI yang siap menjadi bapak angkat para petani ini, meskipun saat ini baru 1 Ribu hektar yang bisa diremajakan. “Ya kita ucapkan terimakasih karena PTPN VI mau menjadi pelaksana kegiatan dan menjadi apalis (penjamin dana pinjaman di bank bagi petani-red),” ujarnya.


Soal 10 ribu lahan lainnya yang belum diremajakan, menurut Burhan, akan dicarikan solusinya. “Kita berharap semuanya, tapi jika tidak bisa kita akan cari bapak angkat yang lain agar semua lahan sawit yang tua itu bisa diremajakan,” ujarnya.


Namun Burhanuddin meminta, Menteri BUMN membantu petani dengan bantuan Sapi. Ini diharapkan agar petani bisa menambah penghasilan. “Kalau bisa dibantu 3-4 ribu sapi, jadi petani bisa ada tambahan lain. Kalau mungkin kita bisa memenuhi kebutuhan daging di Provinsi Jambi,” ucapnya.


Sementara itu, Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan, di Jambi bukan hanya petani Sawit, namun juga Karet. Tetapi untuk karet, replentingnya sudah tertangani sebagian melalui APBD. “Nah untuk sawit ini belum bisa direplenting,” ujarnya.


HBA mengatakan, sejak adanya sawit, ekonomi petani memang sudah maju, dulu rumahnya kayu sekarang sudah permanen. Namun petani lupa melakukan replenting. “Itu yang terlupakan,” ujarnya.


Saat ini, kata HBA, baru 1.000 hektar yang bisa diremajakan. Namun ia berharap 30 ribu hektar yang perlu diremajakan nantinya bisa tertangani.


Dalam kesempatan itu, HBA mengatakan, Dahlan adalah motivasi baginya. Ia terpacu bekerja dengan motivasi Dahlan. “Dulu pak Dahlan pernah bilan, Jambi mau bangkit atau terjepit. Nah ucapan itulah yang memotivasi saya untuk terus bekerja untuk rakyat,” ucapnya.


Gubernur juga meminta, menteri BUMN membantu menumbuhkan perekonomian Jambi. “Saat ini Ujung Jabung sedang ditender, jalan menuju pelabuhan itu juga sudah disetujui, begitu juga Bandara Sultan Thaha sedang dibangun. Kita berharap pak menteri ikut mendorong pelaksanaan pembangunan itu,” katanya.


Sementara itu, Direktur Utama PTPN VI, Iskandar Sulaiman mengatakan, peremajaan sawit tersebut memang perlu dilakukan. Sebab ada 30 ribu hektar sawit di Muarojambi, 10 ribu hektare nya perlu diremajakan. “Kita mengucapkan terima kasih kepada gubernur dan bupati atas dukungannya melaksanakan program ini. Peremajaan ini memang perlu dilakukan, kalau tidak akan menjadi bom waktu. Tapi replentingnya harus dilakukan secara bertahap,” tandasnya. (sumber: jambi ekspres)


TAGS

Komentar

Berita Terkait

SMAIT Al-Azhar Kunjungi Indofood

Soal Mobnas Dewan, Sekwan Enggan Beri Deadline

Kepergok Warga, Dua Pelaku Curanmor Tinggalkan Motornya

Misroni Dikenakan Pasal 406 KUHP

Orang Tua Misroni Juga akan Diperiksa

Jalan Santai Dibuka Ibu Hamil

Mentri BUMN Dialog dengan Warga Tionghoa

Rekomendasi




add images