Bentrokan antara ratusan warga perambah  hutan harapan Rainforest dengan aparat kepolisian dan karyawan PT Reki sebagai pengelola hutan kembali pecah. Kali ini, 40 orang karyawan PT Reki dan 10 orang anggota Kepolisian di Sandera oleh para perambah.

Menurut bidang penegakan hukum PT Reki Desnat. Kronologis kejadiannya, bermula saat karyawan PT Reki melakukan patroli sekitat pukul 08.30 WIB.

Lalu perambah yang merupakan warga Dusun Kunangan Jaya menghalangi para karyawan. Mereka memaksa agar karyawan meninggalkan lahan yang mereka anggap milik mereka.

“ Para karyawan disandera perambah di daerah Tanjung Mandiri, dusun Kunangan Jaya, Desa Bungku, kabupaten Batanghari  pukul 13.00 WIB. Turut disandera 5 orang anggota Polisi dari Polres Batanghari, 5 orang dari Brimob ikut disandera,”ujar Desnat.

PT Reki sudah melakukan mediasi dengan pihak perambah melalui Tampubolon, salah satu perwakilan dari PT Reki. Namun menemukan jalan buntu.  PT Reki menawarkan dua opsi saat mediasi, yaitu PT Reki harus mengganti rugi lahan sawit milik perambah yakni warga Tanjung Mandiri atau menempuh jalur hukum. “Tapi mediasi menemui jalan buntu,”ungkap Desnat.

“Info terakhir, mobil dan motor dibakar oleh perambah. Dan sampai saat ini, para karyawan yang disandra belum bisa dihubungi,” tukasnya.

PT REKI sendiri adalah perusahaan yang diinisiasi oleh tiga lembaga dan berdiri sejak 2005. Mereka adalah the Royal Society for the Protection of Birds (RSPB) yang didukung Pangeran Charles di Inggris, Birdlife International dan Yayasan Burung Indonesia.

Sementara itu, Kapolres Batanghari AKBP Robert Antoni Sormin saat dikonfirmasi mengaku masih dalam perjalanan menuju TKP. Sehingga belum mengetahui pasti kronologis kejadian.

“Infonya memang seperti itu, ada anggota yang disandra, tapi saya belum tau pasti  berapa. Saat ini saya sedang dalam perjalanan menuju lokasi,”ungkapnya.

Untuk pengamanan, lanjut Sormin, dirinya membawa 30 orang pasukan menuju lokasi.
“Untuk regu pertama saya bersama 30 orang pasukan, dan menusul dari satuan Brimob 3 pleton,”ujarnya.

sumber: jambi ekspres

Komentar

Berita Terkait

Tangkap Pelaku Illegal Tapping

Jagal Kedotan Divonis Mati

Puluhan Pasangan Mesum Terjaring Razia

Kasus DPRD Kota Terkendala Bukti

Mabuk Tuak, Yofi Tikam Azis

Jenazah Nahkoda Dipulangkan

Rekomendasi




add images