iklan LAPOR POLISI : Kepala sekolah yang dilempar gelas oleh oknum guru saat melapor ke aparat Kepolisian.
LAPOR POLISI : Kepala sekolah yang dilempar gelas oleh oknum guru saat melapor ke aparat Kepolisian.
MUARASABAK, Syafron (52) harus meradang menahan perih dikepalanya. Pasalnya pria yang kesehariannya bertugas sebagai Kepsek SDN 143 Desa Lambur Luar Kecamatan Sabak Timur ini, dilempar gelas kaca oleh Untung seorang oknum guru SDN 14 Desa Lambur Luar. "Saya telah menunggu sejak Jumat (28/11) lalu, agar ada itikad baik dari pelaku. Tapi karena tidak direspon saya terpaksa melaporkan pelaku ke Polsek Sabak Timur," ujar Syafron yang didampingi istrinya saat membuat laporan Selasa (3/12).

Mengenai perihal kejadian, dia menuturkan pada saat kejadia dirinya meminta transparansi keuangan kepada bendaharawan yang tak lain istri pelaku. "Kejadian penganiayaan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Dimana waktu itu para kepsek dan guru tengah melaksanakan rapat KKG. Karena merasa saya bertanggung jawab sebagai kepsek, saya lalu meminta kepada bendaharawan untuk membuka transparan pengeluaran," teranganya.

Syafron menambahkan, karena pelaku merasa kurang senang disinggung mengenai transparansi anggaran, pelaku pun langsung melakukan pembelaan terhadap istrinya. "Tapi saya katakan kepada pelaku, ini adalah urusan sekolah dan pelaku jangan ikut campur. Saya juga bilang, bahwa saya tidak ada sangkut pautnya dengan pak Untung," bebernya.

Setelah itu, masih menurut keterangan Syafron, pelaku lalu mencak-mencak sambil menunjuk dia. Pelaku juga meminta agar istrinya diberhentikan menjadi bendaharawan. "Karena itu bukan kapasitas beliau (Untung, redy) saya marah sambil mukul meja. Ini saya lakukan karena pelaku nunjuk-nunjuk saya didepan kepsek dan guru lain," urainya.
--batas--
Beberapa saat, tambahnya, pelaku masih mencak-mencak lalu ke luar rungan. Setelah itu pelaku kembali lagi keruangan dan mengambil gelas kaca seraya melemparkan gelas itu kekepala Syafron. "Saya langsung mengelak saat dilempar gelas. Tapi masih kena juga. Akibatnya saya mendapati sebelas jahitan," katanya.

Pelaporan yang dilakukan Syafron kemarin langsung diterima petugas kepolisian. Sedangkan Kapolsek Sabak Timur, IPTU Thema Zebua saat dikonfirmasi via ponsel mengatakan, pihaknya akan memproses laporan korban. "Kami terlebih dahulu kumpulkan alat bukti dan saksi-saksi," pungkas Kapolsek.

sumber: jambi ekspres

Berita Terkait



add images