Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher  saat ini suah over kapasitas. Kondisi jumlah ruangan yang ada sudah tak mampu lagi menampung jumlah pasien yang ingin berobat ke rumah Sakit plat merah ini.

Ali Imron, Dirut RSUD Raden Mattaher beberapa waktu lagu menyampaikan, bahkan saat ini, ada ruangan yang kapasitasnya hanya untuk 6 orang namun diisi oleh 8 orang pasien. “Ruangan isi 6 jadi 8, memang selama ini begitu. Itu lah yang saya kerjakan, saya berencana 1000 tempat tidur. Kelas 3 nanti ada 600 tempat tidur dan mewah nanti,” ungkapnya.

“Itu kan saya fokus perjuangkan dari APBN memikirkan dan mendesain dan mencari uangnya bahkan sampai ke isinya saya pikirkan,” tambahnya dikonfirmasi belum lama ini.

Terkait bagian informasi RSUD yang kadang sepertinya sengaja tak memberikan ruangan kepada pasien. Pasalnya, ada ruangan kosong namun tak diberikan dan dikatakan penuh kepada pasien. Soal ini, Ali memang sudah mengetahuinya.

“Itu sudah dicek. Ada dua kemungkinannya, apakah tempat itu sudah dipesan tinggal masuk saja pasiennya, kan antre itu banyak sekali. Lalu yang kedua, kemungkinan lain tempat itu WC-nya mampet,” ungkapnya.
--batas--
“Kita kan kalau tempat itu kosong kita bilang penuh malah kita yang rugi. Itu kan pendapatan, itu sudah dicek,” terangnya lagi.

Dia mengatakan, mudah-mudahan keluhan masyarakat soal pelayanan RSUD ini dalam waktu dekat bisa teratasi.  Saat ini, pihak RSUD tengah melakukan pembangunan ruangan baru. “Secepatnya mudah-mudahan Maret ini semua ruangan baru bisa dipakai semua. Kan gedung kelas 3 ada 600 tempat tidur sudah siap, tinggal perapian saja, dibersihkan. Rencana saya Maret sudah dipakai, kemudian ada gedung VIP dan kelas II juga. Setelah itu mudah-mudahan tak ada lagi yang terlantar,” terangnya.

Saat ini, katanya, dirinya tak bisa berbuat banyak terhadap keluhan masyarakat soal pelayanan tersebut. Pasalnya, memang kondisi dari RSUD sendiri terbatas. “Kalau tempat penuh saya mau apa, mau mengusir orang kan tidak bisa. Di IGD kan bisa juga, sementara ruangan nanti ada dirawat disana dulu. Kan saya tak bisa suruh orang keluar kalau dokternya belum nyuruh,” tandasnya.

sumber: jambi ekspres

Komentar

Berita Terkait

Ombak Pantai Timur 2-3 Meter

Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat, HBA Temui 3 Menteri

Ketika Jambi Dikepung Banjir

Debit Sungai Batanghari Bertahan di Level Siaga 4

Dunia Islam Merayakan Maulid Nabi

Kota Jambi Dikepung Banjir

Rekomendasi




add images