TAMBAH RAMAI: PKL yang berjualan di komplek perkantoran Walikota terlihat terus bertambah.
TAMBAH RAMAI: PKL yang berjualan di komplek perkantoran Walikota terlihat terus bertambah.
Hingga kemarin (17/1) PKL Angso Duo masih melakukan Aksi Demo dengan berjualan di depan Kantor Walikota Jambi. malahan, jumlahnya kian bertambah karena PKL yang berjualan di lokasi itu kian ramai saja. Komplek perkantoran walikota disulap PKL menjadi layaknya pasar.

Pantauan media ini, sedikitnya 45 sampai 50 lapak dibuka para PKL untuk berjualan di Depan Kantor Walikota. Bahkan, panjang lapak yang ada diatas trotoar depan kantor Walikota diperkirakan mencapai 70 meter lebih.

PKL yang mendapatkan peringatan dari Walikota Jambi, SY Fasha tak akan mendapatkan lapak di Angso Duo karena berjualan sepertinya tak terpengaruh dengan ancaman itu. Mereka mengaku akan tetap melakukan aksi demo.

Jika tak dapat lapak nantinya, mereka mengancam akan kembali berjualan di depan kawasan pasar Angso Duo. “Kalau dak dapat lapak, kami akan tetap jualan diluar,” kata Mak Aci, salah seorang PKL yang ikut aksi demo di depan kantor Walikota Jambi, Jumat (17/1).
--batas--
Ia menyebutkan, semenjak ditertibkan, Pemkot tidak menyediakan tempat yang layak. Sehingga barang yang mereka dagangkan tidak laris. “Macam mano nak nyari makan dan uang untuk anak sekolah. Sementara di dalam tidak layak lapak yang disediakan,” terangnya.

Ditanyakan terkait Pemkot yang membatasi waktu 2 minggu untuk aksi depan kantor walikota? Ia menjelaskan, jika belum ada solusi, mereka tetap akan melakukan aksi tersebut. “Kami tetap akan disini. Kalau ditertibkan kami tetap jualan di depan Angso Duo,” tandasnya.

Para PKL yang melakukan aksi demo tersebut, akan tetap melakukan aksi hingga Walikota Jambi bertemu dengan PKL dan memberi solusi. Salah seorang anggota Satpol PP, yang berjaga-jaga di lokasi aksi tersebut mengatakan, aksi itu sudah ada izin selama 2 minggu. “Itu memang sudah dikasih izin selama 2 minggu dari mulai aksi kemarin. Setelah minggu kedua nanti, kalau tidak bubar, tentunya akan tertibkan,” terang anggota Sat Pol PP.

Selain itu, ia menjelaskan, PNS juga tidak dibolehkan untuk membeli barang dagangan PKL yang melakukan aksi demo tersebut. Sebelumnya, Walikota Jambi SY Fasha yang dikonfirmasi terkait demo tersebut, tidak mempermasalahkannya. Namun Ia menjelaskan, PKL yang melakukan aksi tersebut, bisa saja tidak mendapatkan lapak yang akan dibangun nantinya.

sumber: jambi ekspres

TAGS

Komentar

Berita Terkait

SMAIT Al-Azhar Kunjungi Indofood

Soal Mobnas Dewan, Sekwan Enggan Beri Deadline

Kepergok Warga, Dua Pelaku Curanmor Tinggalkan Motornya

Misroni Dikenakan Pasal 406 KUHP

Orang Tua Misroni Juga akan Diperiksa

Banjir Muara Tabir Mulai Surut

30 Bidan PTT Akan Direkrut

Rekomendasi




add images