<div>
GAGAL: Para pendemo minta SBY dan Budiono turun tahta, karena dinilai gagal memimpin Indonesia. (Foto: Aldi Saputra)
</div>
GAGAL: Para pendemo minta SBY dan Budiono turun tahta, karena dinilai gagal memimpin Indonesia. (Foto: Aldi Saputra)
Puluhan orang yang mengatas namakan kelompok Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia (MKRI) Jambi, Senin (25/3) pagi menggelar aksi unjuk rasa di perempatan lampu merah depan Bank Indonesia (BI), Telanaipura, Kota Jambi. Tak tanggung-tanggung, mereka menuntut presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Boediono turun dari jabatan.

Dengan menenteng berbagai poster, para pendemo meneriakkan tuntutan mereka. Aksi pendemo ini sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas kendaraan. Apalagi, perempatan lampu merah Telanaipura termasuk jalan protokol yang selalu ramai dilalui kendaraan.

¢ ¬E¢ ¬ ¢Kami mengadakan aksi kesadaran kaum muda hari ini. Indonesia yang dipimpin SBY ¢ ¬ Budiono hingga saat ini makin gagal. Nasionalisasi aset yang kita junjung selama ini terus terjual pada orang asing. Kasus Century dan BLBI belum juga selesai,¢ ¬ ¢¢ ¬ ¢ teriak pendemo.

Dalam putusan MA sudah dikatakan bahwa Budiono harus bertanggungjawab. Namun, hingga saat ini Budiono tidak pernah dipanggil sekali pun oleh KPK. Bukan itu saja, kita minta hentikan kekerasan terhadap kaum sipil dan petani. Karena, hingga saat ini terus terjadi di daerah daerah.

¢ ¬E¢ ¬ ¢Petani di penjarakan, dipukuli, karena mereka hanya mempertahankan kedaulatan rakyatnya. Atas akumulasi itu, hari ini SBY - Budiono harus turun dari jabatanya,¢ ¬ ¢¢ ¬ ¢ kata Cecep, Ketua MKRI Jambi, saat berorasi.

Menurut Cecep, negara yang dipimpin SBY - Budiono krisis kedaulatan hukum dalam menegakkan pemerintah yang bersih dan martabat. Krisis kedaulatan politik, ekonomi, pangan, energi, SDA, kebudayaan, keteladanan, sumber tata nilai, dan krisis kepercayaan terhadap lembaga-lembaga negara.

Aksi demontrasi ini berlangsung sekitar 45 menit, yakni mulai pukul 10.00 WIB hingga 10.45 WIB. Sempat terjadi kericuhan, saat puluhan pendemo mencoba memasang spanduk. Tiba-tiba saja spanduk direbut oleh anggota polisi. Belum diketahui apa isi spanduk itu.

Kapolresta Jambi, S Lubis, mengatakan 100 personel diturunkan untuk mengaman aksi MKRI ini. ¢ ¬E¢ ¬ ¢Kami dari Polresta ada 1 kompi, yaitu 100 personel. Kita tidak bawa Senjata,¢ ¬ ¢¢ ¬ ¢ sebutnya kepada Jambiupdate.com.(*)

Reporter : Aldi Saputra.
Redaktur : Joni Yanto.




TAGS

Komentar

Berita Terkait

SMAIT Al-Azhar Kunjungi Indofood

Soal Mobnas Dewan, Sekwan Enggan Beri Deadline

Kepergok Warga, Dua Pelaku Curanmor Tinggalkan Motornya

Misroni Dikenakan Pasal 406 KUHP

Orang Tua Misroni Juga akan Diperiksa

Tingkatkan Kebersamaan, Perbankan Gelar Por Bank

Rompi Anti Peluru Selempang Merah

Rekomendasi




add images