iklan
MUARASABAK, Perjuangan empat guru SDN 16/X Nipah Panjang untuk kembali mendapatkan Rombongan Belajar (Rombel) di sekolah asal, tidak sia-sia. "Kami sudah diberi tugas untuk mengajar, itu pun berganti-gantian pada saat mengajar," kata guru yang pernah dipindahkan namun minta namanya tidak disebutkan.

Dia menuturkan, mengajar secara bergantian yakni bila hari ini dirinya mengajar maka hari berikutnya guru lain yang mengajar dan lusa dia kembali mendapatkan giliran mengajar. "Begitu seterusnya, artinya dalam satu minggu saya mendapatkan kesempatan mengajar selama tiga hari saja," jelasnya.

Diungkapkannya, Rombel yang diberikan belum lama, atau baru berjalan sejak Kamis (30/1) lalu. "Itu pun karena kami dan kepala UPTD Nipah Panjang dipanggil pak camat," ujarnya.

Terpisah, Kepala UPTD Nipah Panjang, Arifudin, membenarkan beberapa hari yang lalu, dirinya dan 4 guru dipanggil Camat Nipah Panjang. Dalam pertemuannya, camat meminta kepada UPTD agar mengembalikan empat guru tersebut ke sekolah asal, yaitu SDN 16/X. "Serta memberikan hak mereka dahulu. Karena  berdasarkan surat dari sekda dan tembusannya ke UPTD serta bapak bupati Tanjabtim, ditujukan kepada dinas pendidikan Tanjabtim," bebernya.

Isi surat ini adalah mengembalikan keempat guru kesekolah asal, sambil menunggu SK Bupati. Hal itu telah dilaksanakannya. Keempat guru bergantian mengajar menurutnya rombel di SDN 16/X Nipah Panjang hanya berjumlah 18 kelas.

"Efektifnya guru juga harus 18 orang. Sehubungan dengan dibatalkannya surat perintah kadis pendidikan, maka jumlah guru SDN 16/X bertambah menjadi 22 orang, karena penambahan empat guru yang lama. Sehingga terjadi pergantian dalam melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah itu," tandasnya.

sumber: jambi ekspres

Berita Terkait



add images