JAMBIUPDATE.COM, SAROLANGUN - Si jago merah kembali ngamuk di Kabupaten Sarolangun, kali ini di RT. 3 Tanjung Rambai Kelurahan Gunung Kembang Kecamatan Sarolangun.
Peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat subuh (21/11) sekitar 05.00 WIB, dengan menghanguskan satu toko milik Abdullah yang sehari-harinya digunakan untuk berjualan nasi, selain itu satu unit kendaraan roda empat dan satu unit kendaraan roda dua.
Ibnu Kasir Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun saat dikonfirmasi harian ini kemarin, membenarkan kejadian tersebut, dan belum bisa menaksir berapa kerugian yang dialami keluarga Abdullah.
Benar subuh tadi ada kebakaran di Tanjung Rambai, kalau untuk kerugian belum bisa kita taksirkan, yang jelas ada kendraan roda empat dan roda dua ikut terbakar,ujar Ibnu Kasir.
Saat ditanya penyebab kebakaran tersebut, Ibnu Kasir memprediksi disebabkan oleh arus pendek listrik, sebab saat terjadi kebakaran toko tidak ada penghuni.
Dugaan sementara konsleting listrik, sedangkan korban jiwa alhamdulillah tidak ada,tambahnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap pada masyarakat untuk selektif dalam memilih alat elektronik termasuk kabel yang akan digunakan harus dipastikan sesuai dengan prosedur atau menggunakan Setandar Nasional Indoneisa (SNI).
Kedepan masyarakat hendaknya harus menggunakan alat elektronik yang memiliki SNI, sebab secara umum kebakaran di sarolangun disebabkan listrik,himbaunya.
Kapolres Sarolangun AKBP Ridho Hartawan, melalui Kapolsek Sarolangun Iptu Toni Andrian LT membenarkan kebakaran warung di Tanjung Rambai yang terjadi Jumat subuh milik Abdullah (49). Kapolsek juga membenarkan dugaan kebakaran terjadi karena arus pendek listrik, karena sebelum kebakaran, listrik padam.
Kapolsek memperkirakan kerugian mencapai Rp 150 juta. Sebab dalam warung banyak yang terbakar, seperti 1 unit kulkas, kompor gas, mesin parut kelapa dan peralatan lain. Juga ikut terbakar 1 unit mobil carry pick up warna hitam Nopol BH 9664 SD dan satu unit speda amotor.
Kita sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan TKP, kita juga berkoordinasi dengan pemilik warung, apakah perlu mendatangkan puslabfor karena diperkirakan arus pendek dan listrik mati hidup, jelasnya.
(feb)
