iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, SENGETI - Suasana Desa Pulau Kayu Aro kecamatan Sekernan Muarojambi Senin siang tadi (8/6) memanas. Tatusan warga desa tersebut protes atas penangkapan salah seorang warga yang diduga pemakai atau pengedar narkoba.

Kemarahan warga dilampiaskan dengan mencegat mobil milik polisi yang bermaksud menangkap warga desa tersebut, mobil polisi nyaris diamuk warga, akhirnya amarah warga mereda setelah polisi melepaskan warga dengan inisial NK yang menurut polisi sebagai pemakai narkoba tersebut.

Kegeraman warga ini juga dinilai beralasan, pasalnya salah seorang oknum polisi berpangkat Brigadir dengan inisial ED dirasa telah membuat keresahan dalam masyarakat karena diduga telah meminta sejumlah uang kepada NK dengan ancaman tidak akan melakukan penangkapan terhadap NK tersebut.

Kekesalan warga ini juga disebabkan penangkapan NK tersebut hanya berdasarkan laporan seorang tersangka narkoba lain yang telah diamankan oleh polisi, tanpa ada barang bukti yang ditemukan pada diri maupun rumah NK.

Menurut Sari, istri NK saat dikonfirmasi di TKP oknum polisi tersebut 3 minggu lalu meminta uang sebesar Rp 5 juta dengan mengatakan jika NK suaminya tidak ditangkap. Oleh mertua saya dikasih uang Rp 3 juta, tapi setelah diberi uang polisi itu malah mengerebak rumah saya pagi tadi (8/6), tutur Sari.

Sari mengaku jika suaminya bukan penguna narkoba seperti yang dituduhkan polisi. Setiap hari polisi itu selalu meminta uang Rp 50 ribu,  Alasanya jika tidak memberikan uang maka suami saya akan jadi buronan selamanya, kata Sari yang ditemani puluhan warga lainnya.

Sari tidak keberatan jika suaminya ditangkap polisi, asalkan memang terbukti jika suaminya penguna narkoba.

Saya tidak masalah asalkan ada bukti. Ini barang bukti tidak ada kok suami saya mau ditangkap, kata Sari.  

(era)

 


Berita Terkait