JAMBIUPDATE.CO, JAMBI 2015, rencana investasi di Kota Jambi Rp 552,8 Miliar. Rencana itu sesuai dengan izin prinsip yang diterbitkan oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPPT) Kota Jambi. Rencana itu meleset atau gagal total. Investasi yang terealisasi hanya Rp8,5 Miliar.
Kepala BPMPPT Kota Jambi, Fahmi Sabki mengatakan, ada delapan perusahaan yang berencana berinvestasi di Kota Jambi 2015 lalu. Delapan perusahaan itu antara lain, PT Bliss Properti Indonesia, yang bergerak di bidang real estat dengan rencana investasi Rp 350 M. PT Manggar Besar Nusantara, bergerak di bidang Jasa Perhotelan (Coconut inn), rencana investasi Rp 17 M. CV Opa Batanghari Abadi, bergerak di bidang Jasa Perhotelan dan SPA (Octopus), rencana investasi Rp 11,7 M.
Kemudian, PT Sumber Swananusa, bergerak di bidang SPBU dengan rencana investasi Rp 4,7 M. CV Mandal Mart (Hypermart), rencana investasi Rp 20,5 M. PT Utama Leedon Lestari bergerak di bidang Jasa Perhotelan (Leedon), rencana investasi Rp 23 M. PT Selaras Jaya Indah Hotelindo, bergerak di bidang Jasa Perhotelan (Swiss Bell) dengan rencana investasi Rp 82 M dan PT Dasa Husada Bersama bergerak di bidang kesehatan (RSI Arafah) dengan rencana investasi Rp 44 M.
Dari delapan itu, dua yang sudah melapor, yaitu PT Manggar Besar Nusantara dengan realisasi investasi Rp 3,5 M dan CV Opa Batanghari dengan realisasi investasi Rp 5 M.
Ada yang belum melaporkan seperti Swiss Bell Hotel, itu sudah berdiri, tapi mereka belum melapor berapa sudah realisasinya, kata Fahmi.
Lanjut dia, dari rencana investasi yang masuk 2015 itu, sudah meraup tenaga kerja lokal sebanyak 798 orang. 2014, rencana investasi berdasarkan izin prinsip yang terbit adalah sebesar Rp 979,7 M dengan realisasi sebesar Rp 452 M, dan mampu meraup tenaga kerja sebanyak 992 orang.
Dari jumlah perusahaan 2015, meningkat, 2014, hanya 5 perusahaan yang berencana mau investasi di Kota Jambi, akunya. (hfz)
