JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN Warung remang-remang (warem) di Desa Bukit Peranginan, Kecamatan Mandiangin meresahkan warga. Warga meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Sarolangun bisa beraksi menertibkan tempat tersebut.
Pemilik warung tidak hanya menyediakan minuman keras, namun juga menyediakan wanita penghibur, ujar Kades Desa Bukit Peranginan, Zurni Kamis (31/3).
Keresahan warga sebut Zurni, beberapa tahun terakhir masyarakat telah berupaya melakukan penertiban. Warga bersama-sama melakukan pengusiran. Namun setelah ditertibkan, warung tersebut kembali beroperasi.
Sudah pernah warga bongkar, tapi beberapa hari kemudian mereka datang lagi, ungkapnya.
Bupati Sarolangun, Cek Endra dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, bahwa selaras dengan program keagamaan warem tidak ada boleh ada di Sarolangun. Untuk itu Pemkab Sarolangun bersama masyarakat akan meminimalisir keberadaan tersebut.
Ini merupakan pekat, jadi di desa harus melakukan penolakan. Dan kita bersama-sama akan terus memerangi hal ini, ungkapnya.
Namun lanjutnya, bila keberadaan warem tersebut masih tetap beraktivintas. Pihaknya akan menurunkan Satpol PP untuk melakukan penertiban.
Saya akan perintahkan Satpol PP untuk turun menertibkan warem tersebut. Apa lagi sebentar lagi akan masuk bulan puasa. Warung remang-remang tidak boleh ada, tegas bupati.(dez)
