JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Penumpang pesawat Lion Air JT 601 tujuan Jambi - Jakarta terpaksa harus diturunkan karena adanya isu bom di dalam pesawat tersebut Senin (4/4) pagi.
Isu bom yang beredar sontak membuat penumpang dan pihak bandara Sulthan Thaha Jambi panik. Tim Gegana Sat Brimob Polda Jambi juga diturunkan untuk mengecek dugaan teror bom di dalam pesawat Lion Air tersebut.
Namun setelah pesawat diperiksa oleh Tim Gegana Sat Brimob Polda Jambi, tidak ditemukan adanya ancaman bom.
Belakangan diketahui, isu bom itu merebak saat dua orang anggota Polresta Jambi yang yang juga berada di dalam pesawat saling bercanda mengenai isi tas mereka.
Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi membenarkan hal tersebut. Dijelaskannya awal kronologis kejadian bahwa ada lima personil polresta yang berangkat tugas ke Surabaya.
Kabid Humas kemudian menirukan percakapan kedua polisi itu. "Di dalam pesawat mereka bercanda. Kok berat kali tasnya. Batu bata ya, kata RS, kemudian MS menjawab ini bom," tiru Kuswahyudi.
Gurit Setiawan sebagai Operation Service Manager menjelaskan saat proses boarding time ada salah seorang penumpang yang bertanya kepada penumpang lain terkait isi tasnya yang terlihat berat. "Apa isi tas kau itu? Isinya bom, jawab penyebar isu itu," kata Gurit sambil menirukan percapakan tersebut Senin (4/4).
Lebih lanjut dijelaskannya, percakapan tersebut didengan oleh salah seorang pramugari, kemudian peramugari tersebut melaporkan ke kapten pilot. "Oleh pilot dilaporkan ke pihak bandara dan kita lakukan delay dan pemeriksaan terhadap pesawat dan penumpang," jelasnya.
Saat ini kelima polisi itu masih diperiksa di Propam Polda Jambi. Dua polisi MS dan RS itu dikenakan sidang disiplin, sementara tiga lainnya diperiksa sebagai saksi.
(cok)
