JAMBI - Dituduh digrebek dalam satu kamar, oknum AnŽggota DPRD Muaro Jambi, MJ membantah hal tersebut.
Kepada Jambiupdate.co siang ini (19/4) MJ menjelaskan, kasus ini bermula saat dirinya mengupdate status di BBM tengah berada di Jakarta. WS langsung menanyakan posisinya dan Žkebetulan juga sedang berada di Jakarta.
"Karena dia lihat status saya di BBM saya sedang berada di Jakarta makanya diŽa bertemu saya. Karena WS juga sedang di Jakarta belanja di Pasar Tanah Abang," terangnya.
Karena menurutnya, tempat WS belanja berdekatan makanya Sabtu siang dia datang dan menginap satu hotel dengannya. "Kami beda kamar, saya di 101 dan WS di 104," tuturnya.
Kemudian setelah chek in, WS kembali pergi berbelanja dan pulang sekitar pukul 20.00 WIB ke hotel. Kebetulan saat WS datang dirinya tengah duduk di lobi hotel.
"Setelah menyimpan barang bawaannya di kamar hotel, saya dan WS pergi cari makan di luar hotel dengan berjalan kaki dan pulang kembali ke hotel dengan menggunakan taxi," katanya.
Saat pulang ke hotel, dirinya dipanggil oleh resepsionis dan menyampaikan kepada dirinya bahwa ada Ardiansyah, adik ipar Wulansari Žmencarinya. Disaat bersamaan datang Ardiansyah dan menanyakan posisi WS.
"ŽArdiansyah, adik Irwansyah menemui saya di lobi nyari kakak iparnya, saya bilang tanya sama resepsionis. Karena tidak puas terjadi sedikit keributan, mendengar ada keributan WS keluar kamar dan langsung ke lobi.ŽKami bertemu di lobi, tetapi kenapa dibilang di jebak ," ujarnya.
"Jadi waktu itu tidak ada penangkapan di kamar. ŽKarena ada keributan dan Ardiansyah sudah melapor secara lisan ke polisi, daripada ribut di sana kami minta dimediasi di Polsek Menteng. Jadi kami tidak ditangkap," katanya.
Waktu di Polsek menteng, karena tidak ada laporan dirinya menunggu kehadiran suaminya dari Jambi. Setelah suaminya datang, kami sepakat balik ke Jambi bersama-sama.
"Sampai di Jambi, Saya fikir langsung balik, tetapi diajak buat laporan di Polsek Jambi SelatanŽ," tuturnya. (cas)
