Wako Jambi H SY Fasha dan Wawako H Abdullah Sani
Wako Jambi H SY Fasha dan Wawako H Abdullah Sani

DENGAN Kerja Keras, Kerja Cerdas, Karya Nyata dan Sinergi membangun negeri itulah persembahan Kota Jambi untuk Indonesia.

Dengan letak yang sangat strategis sebagai Ibukota Provinsi, menjadikan Kota Jambi sebagai etalase Provinsi Jambi yang siap melakukan sinergisitas dalam pembangunan. Pemerintah Kota Jambi juga terus ikut aktiv bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi dan pusat agar terjadi konektivitas pembangunan yang berkelanjutan.

Berbagai keberhasilan dan penghargaan telah mewarnai perjalanan Kota Jambi sepanjang tahun 2013 hingga awal tahun 2016. Bahkan beberapa waktu lalu Menpan-RB mengatakan dengan prestasi yang telah diraih itu, Kota Jambi telah menjelma menjadi model atau contoh bagi daerah lain yang ingin maju dan bangkit.

Dengan mengusung motto Kota Jambi Bangkit, Pemerintah Kota Jambi dibawah duet kepemimpinan Wali Kota H. Syarif Fasha dan Wakil Wali Kota H. Abdullah Sani terus berkarya melaksanakan pembangunan diberbagai bidang di tahun ke tiga kepemimpinannya ini.

Duet pimpinan daerah yang telah dinobatkan sebagai Kepala Daerah Terkreatif dan Inovatif tahun 2015 di Provinsi Jambi oleh beberapa media ternama ini terus memacu lajunya dengan berbagai rencana kerja cerdas dan kerja nyata dibingkai dalam paket program pembangunan yang pro rakyat siap diluncurkan.

Selain tetap melakukan penghematan dengan pengetatan anggaran yang efektif dan efisien, Pemerintah Kota Jambi juga melakukan tata kelola pemerintahan yang baik diikuti dengan peningkatan SDM dan penguatan peran lembaga. Sejumlah aparatur diikutkan dalam berbagai pelatihan dan bimbingan teknis. Pengukuran kompetensi aparatur pun juga dilakukan secara periodik, reward diberikan termasuk dengan memberikan fasilitas dan meningkatkan tunjangan aparatur, serta punish pun diberikan dengan juga melakukan berbagai pembinaan.

Upaya mereformasi tata kelola pemerintahan itu juga dilakukan dengan penempatan pegawai yang kapabel dan berintegritas, yang bebas narkoba, merubah paradigma aparatur dari yang dilayani menjadi aparatur pekerja keras yang melayani serta membuka peluang bagi pegawai untuk berkreasi dan berinovasi.

Walikota Jambi Syarif Fasha dan H. Abdullah Sani diawal kepemimpinannya juga telah meletakkan dasar ENTERPRENEUR BUREAUCRATIC untuk para pegawainya, yang mewirausahakan birokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik guna menghimpun sumber-sumber dan potensi pendapatan untuk di belanjakan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat di berbagai bidang.

Pemerintah Kota Jambi juga terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ditargetkan pelayanan di Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) akan lebih efisien dengan penerapan teknologi informasi (TI) yang terintegrasi dengan program Smart City. Pelayanan dilakukan dengan pola mendekatkan pemerintah kepada masyarakat, perizinan juga akan dapat dipantau dari rumah. Setiap berkas perizinan yang masuk bisa dilihat prosesnya dari rumah oleh pemohon.

Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu atau BPMPPT terus dioptimalkan dalam memberikan pelayanan perizinan yang lebih pasti, terukur dan transparan.

PERTUMBUHAN EKONOMI

Tingkat kesejahteraan penduduk secara ekonomi dapat dilihat dari perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. PDRB per kapita Atas Harga Berlaku Kota Jambi Berdasarkan Statistik Kota Jambi Tahun 2015 tercatat  sebesar 34,53 juta rupiah per-kapita per-tahun, angka ini meningkat 16,6% persen dibandingkan dengan PDRB per-kapita pada tahun sebelumnya sebesar  29,62 juta rupiah. Indikator ini menunjukkan bahwa secara umum selama setahun terakhir, telah terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi secara relatif.

Kinerja ekonomi Kota Jambi juga menunjukan trend yang cukup baik sejak 2009 meski kemudian terjadi perlambatan pertumbuhan. Laju Pertumbuhan Ekonomi PDRB Kota Jambi pada Tahun 2015 adalah sebesar 5,63 persen. Angka pertumbuhan ini diatas angka Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi yang sebesar 4,21 persen dan juga Nasional sebesar 4,79 persen.

PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

Salah satu variabel penting dalam penyelenggaran pemerintahan yang baik adalah kebijakan pengelolaan Keuangan Daerah ; baik yang terkait dengan pengelolaan pendapatan maupun pengelolaan belanja daerah.

Pada Tahun 2015 lalu Total APBD Kota Jambi sebesar Rp. 1,445 Triliun, dengan komposisi Belanja Tidak Langsung dengan Belanja Langsung 55,09 berbanding 44,91. Tahun 2016 ini APBD Kota Jambi sebesar Rp. 1,612 Triliun atau meningkat 11,58 % dari Tahun 2015. Diperkirakan APBD 2016 Perubahan akan naik menjadi 1,730 Triliun. Sedangkan Komposisi Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung membaik di banding Tahun 2015 lalu, menjadi 52,09 persen berbanding 47,01 persen.

Dibidang Pendapatan, kebijakan pengelolaannya ditujukan untuk meningkatkan dukungan alokasi anggaran untuk pelaksanaan berbagai program dan kegiatan pembangunan, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terkait hal tersebut, melalui berbagai kebijakan yang telah ditempuh dan didukung dengan upaya yang sungguh-sungguh.

Sedangkan untuk Belanja daerah kebijakan yang ditempuh pada hakekatnya ditujukan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dan juga penguatan kapasitas Kota, yang pelaksanaannya dilakukan dengan prinsip keadilan dan kehati-hatian, baik dalam mengalokasikannya maupun dalam hal pengelolaannya. Ada beberapa strategi yang ditempuh dalam pelaksanaan belanja daerah Kota Jambi tersebut, yaitu : Meningkatkan efisiensi dan efektivitas; berorientasi pada prioritas ; penguatan kelembagaan pengelola keuangan daerah dan menyusun pedoman serta peraturan dalam pengelolaan keuangan daerah yang di iringi dengan peningkatan pengawasannya.

KINERJA EKONOMI

Untuk mendukung kinerja ekonomi dan meningkatkan aktivitas ekonomi  dalam mewujudkan visi Kota Jambi sebagai Pusat Perdagangan dan Jasa, berbagai kebijakan, program dan kegiatan diarahkan untuk peningkatan perekonomian Kota Jambi terus dioptimalkan.

Untuk meningkatkan kenyamanan dan pelayanan terhadap pengguna pasar, pemerintah Kota Jambi telah melaksanakan rehabilitasi dan juga mempercantik unit-unit pasar tradisional milik pemerintah, termasuk aset Ruko yang dimiliki.

Sejalan dengan itu, pemerintah Kota Jambi juga senantiasa memperhatikan kenyamanan dan estetika kota, diantaranya menyediakan ruang bagi kegiatan PKL. Sampai saat ini Pemerintah Kota Jambi telah melaksanakan berbagai penertiban dan penataan PKL di sejumlah ruas Jalan dan kawasan penting ke tempat berjualan yang lebih layak.

Guna meningkatkan kapasitas produk dan akses yang lebih baik kepada konsumen, pemerintah Kota Jambi telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan pembinaan, penguatan dan peningkatan daya saing produk UMKM. Termasuk pula fokus pada peningkatan eksistensi dan pertumbuhan industri kecil dan industri rumah tangga yang kompetitif.

Dalam mendukung kebijakan tersebut misalnya, pada Tahun 2015 lalu telah dibangun 1 unit rumah kemasan, disertai dengan bantuan mesin-mesin kemasan dari Kementerian Perindustrian RI. Dan pada Tahun 2015, 5 (lima) unit UKM yakni batik dan songket berhasil meraih sertifikat OVOV (one village one product) dari Kementerian Perindustrian RI.

Selanjutnya, untuk memperkuat perekonomian wilayah, kita memerlukan investasi yang akan menggerakkan faktor-faktor produksi dan membuka lapangan pekerjaan. Terkait dengan hal tersebut, guna menarik investasi, pemerintah Kota Jambi berupaya menciptakan kemudahan dan jika mungkin memberikan insentif bagi investor yang akan berinvestasi di Tanah Pilih ini. Sejalan dengan hal tersebut, melalui

INFRASTRUKTUR PERKOTAAN YANG MENINGKAT

Sejalan dengan misi membangun infrastruktur perkotaan yang merata dan berwawasan lingkungan dalam agenda Kota Jambi Bangkit. Pemerintah Kota Jambi telah meningkatkan alokasi yang signifikan untuk pembangunan infrastruktur, pada Tahun 2014 lalu Pemerintah Kota Jambi telah mengalokasikan anggaran sebesar 162,32 Milyar Rupiah, termasuk di dalamnya Dana Alokasi Khusus ke-PU-an sebesar 9,5 Milyar Rupiah.  Pada Tahun 2015, Anggaran yang kita alokasikan untuk kegiatan infrastruktur mencapai 265,21 Milyar Rupiah, termasuk didalamnya Alokasi DAK ke-PU-an yang meningkat signifikan, menjadi 105,7 Milyar Rupiah.

Pada Tahun 2016 ini, anggaran yang di alokasikan untuk kegiatan infrastruktur Ke-PU-an pada APBD Murni mencapai lebih dari 264 Milyar Rupiah, dengan DAK PU didalamnya meningkat menjadi 135,6 Milyar Rupiah. Saat ini DAK Perubahan untuk Infrastruktur pada APBN-P sebesar 194 Milyar Rupiah.

Khusus dalam hal Penyediaan Air Bersih yang dilaksanakan melalui Perusahaan Daerah Air Mimun Tirta Mayang Kota Jambi, untuk mewujudkan Target MDGs, dan terutama untuk peningkatan dan pengelolaan Penyediaan Air Minum, pada Tahun 2015 lalu telah dilaksanakan peningkatan kualitas dan perluasan cakupan pelayanan air bersih, diantaranya pembangunan 2 unit Ground Reservoir, Pemasangan Pipa Distribusi dan Pemasangan 1.071 Sambungan Rumah di 16 Lokasi.

Selain hal tersebut, juga melaksanakan pemasangan 1.392 titik lampu penerangan jalan umum atau LPJU untuk : lingkungan permukiman, median jalan, hutan kota,  pemasangan High Mast Lamp, serta penggantian 400 titik lampu dengan teknologi Smart Lamp LED guna merespon isu pemanasan global dan pembangunan hijau serta penghematan energi.

Dalam mewujudkan peningkatan infrastruktur perkotaan, kita tidak hanya melakukan pembangunan fisik saja, namun juga telah dilaksanakan berbagai kegiatan berupa sosialisasi, diseminasi, kampanye lingkungan, roadshow kebersihan, serta peningkatan kerjasama dengan berbagai lembaga nasional dan internasional di bidang lingkungan melalui kementerian dan lembaga pemerintah pusat. Selain itu, kita senantiasa berupaya memastikan implementasi dari kebijakan yang telah kita terbitkan terkait dengan pengelolaan lingkungan hidup, dan peningkatan estetika Kota, termasuk menerapkan beberapa inovasi  daerah, misalnya gerakan Sejuta Biopori, Komitmen Kota Hijau dan Gerakan Menanam Pohon, Perluasan Pengembangan RTH, Bank Sampah, Program Kampung Bantar serta Bangkit Berdaya.

LAYANAN KESEHATAN YANG MERATA

Tak hanya fokus memperindah kota saja, Kota Jambi yang Bangkit dibawah Kepemimpinan H. Syarif Fasha dan H. Abdullah Sani juga terus meningkatkan mutu kesehatan bagi masyarakat Kota Jambi. Ditargetkan pada tahun 2018, RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi yang akan tumbuh pesat dan modern dapat dijadikan rumah sakit rujukan regional. Selain juga diharapkan menjadi BLUD, sehingga dapat mengelola sistem keuangan secara mandiri. 

Di tahun 2016 ini Rumah Sakit H. Abdul Manap juga akan menambah program unggulan pelayanan rumah sakit pada jenis pelayanan bedah urologi, bedah orthopedi, poli THT dan lain-lain. Dalam upaya peningkatkan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat rumah sakit juga akan melakukan penambahan ruang OK, serta peningkatan pelayanan dari HCU ke ICU.

Berbagai prestasi pun terus diraih RSUD H. Abdul Manap. Berdasarkan hasil survey Akreditasi yang dilaksanakan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit, RSUD H. Abdul Manap berhasil LULUS TINGKAT MADYA, dan juga mendapat ISO 9001:2008 Quality Management System, dari QRS World Wide Certification untuk pelayanan Rekam Medik, Laboratorium, Nutrisi, Unit Gawat Darurat dan Sanitasi.

Tidak hanya meningkatkan layanan di RSUD H. Abdul Manap yang canggih dan modern, untuk menjangkau layanan kesehatan yang merata bagi masyarakat, tahun 2016 ini juga Pemerintah Kota Jambi akan meningkatkan status Puskesmas Olak Kemang menjadi Rumah Sakit Pratama tipe D. Dengan adanya pembangunan RS tipe D diharapkan layanan kesehatan untuk warga di dua kecamatan Danau Teluk dan Pelayangan di kawasan Jambi Kota Seberang bisa semakin dekat, cepat dan mudah. Bersamaan dengan itu juga semua Puskesmas Pembantu akan ditingkatkan menjadi Puskemas, serta Puskesmas akan menjadi Puskesmas 24 Jam, sementara Puskesmas 24 Jam akan ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas Rawat Inap.

Tidak hanya itu, sebanyak 5 Puskesmas juga dilengkapi dengan Klinik VCT (voluntary counseling test) yang bertujuan mengurangi biaya pengobatan ODHA (orang dengan HIV-Aids).

Kota Jambi sebagai peraih penghargaan Ksatria Bhakti Husada dan penghargaan Inovasi TOP 25 dengan inovasi Klinik Lansia di Puskesmas Putri Ayu ini juga meluncurkan Program Room Service Health, Home Care, dan juga program Sikda Generik.

Walikota dan Wakil Walikota ini bertekad menjadikan Kota Jambi sebagai Kota Sehat. Programnya sangat tegas ; semua masyarakat harus mendapat pelayanan kesehatan yang memadai, masyarakat miskin yang tidak memiliki BPJS cukup dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang ditanda tangani oleh RT dan akan mendapat pelayanan yang sama dengan BPJS. Di Kota Jambi tidak ada istilah, "orang miskin tidak boleh sakit".

PENDIDIKAN YANG GRATIS DAN BERKUALITAS

Pada Tahun 2015 telah dilakukan berbagai kegiatan untuk mendukung penyelenggaraan urusan pendidikan tersebut, baik yang merupakan program wajib Nasional maupun program untuk menunjang target-target daerah dan juga muatan lokal, sesuai dengan agenda Kota Jambi Bangkit, seperti peluncuran sekolah swasta gratis, yang tidak hanya gratis SPP saja tapi juga diberikan secara cuma-cuma seragam sekolah, tas sekolah, sepatu, alat-alat tulis berikut buku-buku sekolah untuk setiap siswa. Meskipun masih terbatas, hanya disekolah Yayasan Pertiwi yang sudah 2 tahun ini menjadi sekolah swasta gratis, namun Pemerintah Kota Jambi berkomitmen menambah sekolah gratis minimal 1 sekolah di 1 Kecamatan. Selain itu juga telah dilakukan pemberian beasiswa bagi 4.050 siswa tidak mampu pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Sesuai target RPJMD Kota Jambi pada bidang pendidikan, beberapa target indikator kinerja utama daerah telah dapat dicapai.

  • Angka Partisipasi Sekolah (APS) Kota Jambi saat ini telah mencapai  92.41 persen.
  • Tenaga pendidik yang memenuhi kualifikasi mencapai 88,90 persen.
  • Jumlah sekolah sesuai SNP pada semua jenjang pendidikan dapat direalisasikan hingga 72,19 persen.

Capaian tersebut diatas menunjukkan bahwa akses masyarakat pada usia sekolah di Kota Jambi semakin baik, dan program Wajib Belajar 12 tahun dapat diwujudkan secara optimal.

Untuk mendukung sektor pendidikan itu, Pemerintah Kota Jambi juga mendorong sektor swasta melalui program CSR yang salah satu peruntukannya adalah digunakan untuk Bea Siswa, Peralatan Sekolah, Bantuan Alat Peraga dan Penunjang Pendidikan, termasuk Bantuan Peningkatan sarana Sanitasi Sekolah.

 

Pada Tahun 2015 lalu Total Dana CSR yang berhasil difasilitasi Pemerintah Kota Jambi mencapai Rp. 3,3 Milyar. Sementara untuk pada tahun 2016, hingga bulan Mei ini, telah disalurkan bantuan CSR sebesar Rp. 2,8 Milyar.

Pemerintah Kota Jambi juga akan meningkatkan penerimaan siswa (PPDB) dengan sistim online yang mendapat telah mendapat apresiasi positif orangtua siswa. Selain juga meningkatkan kompetensi guru dengan berbagai pelatihan, Pemkot juga akan menigkatkan TKD, lauk-pauk serta penyediaan seragam para guru di Kota Jambi.

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, BANGKIT BERDAYA DAN KAMPUNG BANTAR

Selain berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan, Pemkot juga tetap memprioritaskan pemberdayaan masyarakat melalui Program "Kampung Bantar" (bersih aman dan pintar) dan program "Bangkit Berdaya", yang dinilai berhasil telah banyak memberikan dampak pembangunan di masyarakat.

Program Kampung Bantar yang diisiasinya tersebut mampu meningkatkan semangat gotong royong, mengakselerasi percepatan pembangunan, mengurangi ketimpangan serta meningkatkan kesejahteraan dan aktifitas perekeonomian dimasyarakat. Kampung Bantar akhirnya pada Desember 2014 lalu telah dinayatakan sebagai kampung percontohan tingkat nasional.

Sementara guna menjawab kebutuhan masyarakat dilingkup RT yang usulannya belum dapat diakomodir pada Musrenbang Pemkot juga menyediakan program pemberdayaan "Bangkit Berdaya" (Bangun Kecamatan secara intensif dan terpadu, secara swadaya), program ini pun mampu menciptakan pembangunan yang merata berbasis kepada masyarakat diwilayah kecamatan dan kelurahan untuk dengan fokus pada pengembangan sarana/prasarana & utilitas masyarakat.

MEMPERINDAH KOTA YANG SMART

Untuk mendukung pelayanan dan kebutuhan masyarakat akan teknologi informasi, Pemerintah Kota Jambi membangun sistim komunikasi informasi modern berbasis Smart City. Dalam waktu dekat akan dapat dinikmati masyarakat. Jaringan terintegrasi akan terkoneksi antara pelayanan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat.

Kota Jambi juga terus mempercantik diri dengan konsep Green City dan Smart City ditaman-taman Kota. Taman, pedestrian dan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) kian mempercantik Kota Jambi. Tahun 2016 ini, setidaknya ada 12 taman kota yang ditata dan dilengkapi dengan Free Wifi dan Fitness out door. Kini ditaman-taman dan pedestrian tersebut warga Kota Jambi tidak hanya dapat menikmati udara segar dan berolahraga namun juga dapat menikmati suasana santai bersama keluarga dengan sarana Wifi yang gratis.

Untuk menambah suasana sejuk dan asri, pada tahun 2014 telah dilakukan penanaman pohon sebanyak 1.000 pohon, dan di tahun 2015 sebanyak 2.000 pohon dan tahun 2018 ditargetkan 10.000 pohon. Tahun 2015 pemerintah Kota Jambi juga telah membuat data base pohon pelindung pada jalur hijau dan sudah teregistrasi sebanyak 2.400 pohon.

Pada tahun 2016 ditargetkan semua ruas jalan protokol di Kota Jambi akan menggunakan SMART LAMP (LED), sehingga Kota Jambi akan lebih terang dari kondisi sebelumnya, pada tahun 2018 jumlah LPJU di Kota Jambi ditargetkan sudah mencapai 15 ribuan.

MENJUAL KOTA KE DUNIA LUAR

Pemerintah Kota Jambi juga sering diundang menjadi pembicara diberbagai seminar dan diskusi baik skala lokal, nasional maupun internasional, diantaranya terakhir pada September lalu Syarif Fasha menjadi pembicara pada Konferensi Asia Pacific dengan topik "Plenary Low Carbon Society". Dan atas hubungan luar negeri yang  baik akhirnya Kota Jambi diterima menjadi anggota UCLG Aspac (United Cities and Local Governments Asia Pacific). Pemkot Jambi dapat mengambil manfaat yang besar sebagai anggota resmi UCLG Aspac, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pembangunan Kota Jambi dari berbagai bidang, termasuk dapat mengenalkan potensi Kota Jambi dan menjalin hubungan kerjasama dengan negara Asia Pacific, peningkatan SDA melalui capacity building yg didanai oleh UCLG baik dibidang ekonomi, lingkungan hidup, pariwisata dan lain-lain serta dapat juga menjadi sumber pendanaan baru.

PEMBERANTASAN PROSTITUSI DAN NARKOBA

Ide-ide besar Dwi Tunggal Syarif Fasha dan Abdullah Sani, yang tak kalah menarik adalah bersih-bersih masalah sosial di Kota Jambi. Setelah menyatakan tahun 2014 sebagai tahun pemberantasan Prostitusi dan tindakan Asusila yang ditandai dengan keberhasilannya menutup dua lokalisasi besar di Kota Jambi yakni Payo Sigadung dan Langit Biru, pada tahun 2015 mereka canangkan tahun Pemberantasan Narkoba di Kota Jambi. Ratusan pegawainya dari pejabat hingga staf pelaksana dan pegawai kontrak telah mengikuti test urine yang dikerjasamakan dengan BNN, dan bagi pelaku pun akhirnya telah dikenakan berbagai macam sangsi. Syarif Fasha dan Abdullah Sani tegas, berkomitmen membersihkan Kota Jambi dari bahaya narkoba. Dan itu haruslah berawal dari membersihkan aparaturnya sendiri. Pemkot tidak ingin pegawainya yang seharusnya menjadi contoh di masyarakat justru menjadi pecandu narkoba.

Tidak hanya menutup sarang Narkoba di Pulau Pandan, namun memberikan solusi dengan menjadikan Kampung Pulau Pandan Baru yang maju dan mandiri. Diantaranya dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, sanitasi, kesehatan dan pendidikan, termasuk mendirikan kampung tenun, serta mengangkat objek pariwisata Danau Sipin.

PRIORITAS PULAU PANDAN DAN DANAU SIPIN

Konsep pembangunan Kampung Pulau Pandan baru yang mandiri dan kawasan Danau Sipin sebagai destinasi wisata yang menarik, akan menjadi kenyataan. Program pengembangan dan penataan kawasan Pulau Pandan akan diarahkan untuk mewujudkan peningkatan akses penduduk terhadap lingkungan permukiman yang berkualitas.

Pemerintah memperbaiki fasilitas pembangunan prasarana dan sarana dasar permukiman seperti air minum, sanitasi, dan jalan lingkungan. Pembangunan fisik tersebut terlebih dahulu diawali dengan membuka akses Pulau Pandan dari yang selama ini tertutup menjadi terbuka diantaranya dengan membuka jalan baru serta meningkatkan kualitas dan pelebaran jalan.

Pembangunan lanjutan jalan rabat beton yang sudah hampir selesai 100 persen, dan tahun ini akan dilanjutkan sampai ke pinggir Danau Sipin ± 4 km dengan lebar jalan 5 meter. 

Potensi Danau Sipin sebagai objek wisata terus dikembangkan, disepanjang danau juga akan dibangun area rekreasi keluarga yang menarik, termasuk membuat jogging trex serta jalur latihan dan lomba dayung khusus untuk event Danau Sipin. 
Untuk penunjang kawasan wisata tersebut akan dibangun juga restoran terapung, selain dapat menampung tenaga kerja baru dari masyarakat setempat, usaha kerambah ikan yang ada pun akan menjadi supplier ikan segar di restoran tersebut.
Selain itu menyadari akan kreativitas dan potensi ekonomi Pulau Pandan dan Danau Sipin, dengan karya tenunnya, maka tahun 2016 ini Pulau Pandan juga akan resmi menjadi kawasan Kampung Tenun di Kota Jambi.

Pemerintah Kota Jambi juga meningkatkan peran Staf Ahli Walikota yang merupakan bagian dari penguatan organisasi pemerintah daerah dalam membantu pelaksanakan tugas-tugas pemerintahan. Penguatan peran Staf Ahli Walikota dalam mendukung kinerja pemerintah daerah yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi menjadi satu-satunya percontohan di tingkat nasional. Pemerintah Kota Jambi menerbitkan Peraturan Walikota Jambi nomor 40 tahun 2014 tentang Kedudukan, Fungsi dan Tugas serta Tata Kerja Staf Ahli Walikota Jambi yang kemudian diadopsi menjadi bahan kajian dalam materi revisi Permendagri yang baru tentang Staf Ahli.

BERKANTOR DI KELURAHAN

Untuk memastikan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik, Walikota Jambi H. Syarif Fasha bersama Wakil Walikota H. Abdullah Sani  juga  berkantor di kelurahan dengan membawa unsur SKPD terkait. Selain melihat langsung keadaan Kantor Lurah, berdialog menjelaskan program pemerintah dan mendengarkan aspirasi masyarakat, juga menandatangai serta mendisposisi surat-surat, bahkan memutuskan kebijakan-kebijakan penting Pemerintah Kota Jambi.  (hms)

 


Komentar

Rekomendasi