Tes urine di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Jambi
Tes urine di Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Jambi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Upaya Pemerintah Kota Jambi untuk menekan penyebaran dan penyalahgunaan narkoba patut diacungi jempol. Pemerintah Kota Jambi yang bekerjasama dengan BNN Kota Jambi tersebut juga telah menganggarkan biaya tes urine untuk jajarannya.

Kemarin, Kamis (9/6), giliran Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Jambi, disasar tim dari BNN Kota Jambi. Tes urine yang dilakukan secara mendadak itu sempat membuat kaget beberapa pegawai. Pasalnya tes urine dilakukan setelah para pegawai itu mengikuti apel disiplin.

Petugas dari BNN Kota Jambi dengan peralatan lengkap pun beraksi dengan memanggil satu persatu pegawai tersebut. Sebanyak 85 orang ASN Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Kota Jambi di cek urinenya.

Kadis DKPP Moncar mengatakan pemeriksaan dilakukan sangat mendadak. Ia baru tau saat diberitahu oleh BNN Kota Jambi.

"Pemeriksaan urine ini sangat mendadak, dan pagi ini baru diinformasikan kepada kami. Setelah apel disiplin ASN tadi petugas dari BNN Kota Jambi langsung melakukan tes urine kepada puluhan pegawai kami," ujar Moncar.

Moncar juga mengapresiasi BNN Kota Jambi, karena sebagai pimpinan di instansinya ia juga bertanggung jawab dengan kondisi anak buahnya. Apalagi program tes urine sudah dicanangkan oleh Wali Kota Jambi Syarif Fasha sebagai salah satu upaya mendapatkan ASN yang bebas narkoba.

Selama proses tes urine berlangsung dengan lancar, dari 85 pegawai yang harusnya dilakukan tes, hanya 81 yang dapat diambil urinenya sedangkan selebihnya 4 orang lagi tidak dapat dilakukan tes karena 2 orang sakit, dan 2 lagi cuti.

Moncar mengatakan hasil tes urine tersebut akan dilaporkan BNN langsung ke Wali Kota Jambi yang kemudian akan dilakukan tindakan sesuai aturan.

"Hasilnya akan dilaporkan BNN langsung ke Wali Kota, kami akan mendapat salinannya. Apapun hasilnya kami siap menerima sebagai upaya membersihkan ASN dari bahaya narkoba," pungkas Moncar. (hms/wan)

 


Komentar

Rekomendasi