JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Kota Jambi dan Bungo mengalami inflasi pada Juni 2016. Untuk Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 0,97 persen dan Bungo sebesar 1,66 persen.
Laju inflasi year on year Kota Jambi bulan Juni 2016 sebesar 3,30 persen, sementara year on year kabupaten Bungo sebesar 4,13 persen , kata Dadang Hardiwan, Kepala BPS Provinsi Jambi saat release statistic Jumat (1/7).
Perbandingan inflasi antar IHK se-sumatra menunjukan Bungo peringkat kedua se-sumatra, sementara Jambi peringkat ke 7 se-sumatera. Ia menambahkan, penyumbang inflasi tertinggi di Kota Jambi yakni angkutan udara sebesar 0,19 persen, cabai merah sebesar 0,12 persen, wortel sebesar 0,11 persen, tomat sayur sebesar 0,09 persen, mobil sebesar 0.08 persen.
Selanjutnya, untuk Kabupaten Bungo penyumbang inflasi terbesar adalah daging ayam ras sebesar 0,26 persen, udang basah sebesar 0,24 persen, beras sebesar 0,21 persen, tarif kendaraan travel sebesar 0,19 persen dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,12 persen.
Untuk angkutan udara dan tarif angkutan travel ini jelas pengaruh dari musim mudik lebaran, jelasnya.
Sementara itu, penyumbang jenis barang yang mengalami deflasi pada Juni 2016 yakni untuk Kota Jambi adalah bawang merah, tomat buah, batu bata, pisang dan apel. Sedangkan untuk Kabupaten Bungo yakni Bawang Merah, Cabai Merah, Daging Sapi, Sabun Detergen Bubuk, Cabai Rawit.
Indeks harga konsumen di Kota Jambi sebesar 122,09 dan IHK di Bungo sebesar122,13 , sebutnya.
Inflasi di Kota Jambi terjadi karena ada kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 2,04 persen, kelompok makanan jadi minuman dan rokok sebesar 0,87 persen, kelompok sandang sebesar 0,85 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,25 persen dan kelompok transport sebesar 1,64 persen.
Untuk di Bungo, kenaikan indeks harga terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,37 persen, kelompok makanan, minuman dan rokok sebesar 1,07 persen, kelompok perumahan, air ,listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,90 persen, kelompok sandang sebesar 0,19 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,18 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,22 persen dan kelompok transport dan komunikasi sebesar 2,76 persen.(yni)
