JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi mencatat peredaran uang di Jambi selama puasa dan lebaran tahun ini mencapai Rp 1,7 triliun. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 1,55 persen dibanding peredaran uang pada puasa dan lebaran tahun lalu.
Poltak Sitanggang, Deputi Kepala Perwakilan Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi mengatakan, pada tahun ini BI Jambi memproyeksi kebutuhan uang saat puasa dan lebaran di Jambi sebesar Rp 2 triliun. Artinya, realisasi ketercapaian hanya sebesar 84,6 persen dari proyeksi kebutuhan uang.
Memang mengalami penurunan realisasi jika dibandingkan dengan tahun lalu, dimana realisasi tahun ini selama puasa sebesar Rp 1,723 triliun sedangkan pada tahun lalu sebesar Rp 1,751 triliun, jelas Poltak kemarin kepada Jambi Ekspres.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, proyeksi kebutuhan uang di Provinsi Jambi selama puasa dan lebaran memang naik sebesar 16,33 persen.
Terkait menurunnya realisasi kebutuhan uang selama puasa ini, ia mengatakan adanya dugaan sementara penurunan ini berhubungan dengan semakin meningkatnya penggunaan pembayaran non tunai atau APMK dan elektronik money.
Ia menjelaskan, kemungkinan saat ini semakin banyak masyarakat yang tidak lagi membutuhkan dana tunai sehingga transaksi non tunai meningkat. Ini baru dugaan sementara saja, penggunaan tunai berkurang sebenarnya positif sebab ini sejalan dengan kampanye gerakan nasional non tunai yang sudah dilakukan Bank Indonesia, katanya.
Ia menambahkan, penggunaan non tunai sendiri memang sangat efisien. Sebab penggunaan non tunai dapat meminimalisir tindakan kriminalitas dan kejahatan.
Sementara itu, jika dikaitkan penurunan kebutuhan uang terkait dengan lesunya perekonomian. Saya belum dapat memastikan kalau ada kaitannya dengan kondisi perekonomian sekarang, akunya.
Untuk realisasi cash outflow tertinggi terjadi pada 1 Juli 2016 yakni sebesar Rp 236,7 miliar. Pada H-7 terjadi lonjakan kebutuhan uang disebabkan karena ada pembayaran gaji PNS dan isi ATM selama liburan.
(yni)
