JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK - Usep PPL Simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang meradang. Penyebabnya beras hasil panen mereka dihargai rendah oleh Bulog. Menurutnya Bulog hanya menghargai beras mereka Rp 6.800 perkilo, sedangkan yang ditetapkan pemerintah lewat bulog sebesar Rp. 7.300 perkilo.
"Alasan Bulog karena ada beban biaya transportasi, ini alasan yang tidak bisa diterima masyarakat petani," jelas Usep.
Ini disampaikan Usep secara langsung kepada Wabup Tanjabtim, H.Robby Nahliyansyah saat melakukan safari jumat (99) di Desa simpang Datuk Kecamatan Nipah Panjang.
Dikatakannya, lahan pertanian di Desa Simpang Datuk seluas 755 hektar, dengan produksi beras 5000 ton untuk sekali panen. Dengan murahnya harga jual beras membuat petani meradang.
"Hasil yang kami peroleh tidak sesuai dengan modal yang kami keluarkan," terangnya.
Sementara, Wabup Tanjabtim, H. Robby Nahliansyah mengaku terkejut dengan murahnya harga jual beras milik petani. Padahal sebelumnya Mentan telah meminta Bulog untuk membeli beras petani diatas rata-rata.
"Saya akan telepon langsung Bulog Jambi kenapa harga jual beras bisa murah," pungkas Wabup.(yos)
