JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Nasib 367 tenaga guru honor di Žtingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas SLTA se Kabupaten Tanjabbar kini mulai terancam. Pasalnya, dengan dialihkanya kewenangan SLTA sederajat ke propinsi dan isu dirumahkannya guru honorer akibat defisit anggaran. Kondisi ini membuat nasib guru honorer kian tidak menentu.
Padahal, keberadaan ratusan guru honor di beberapa sekolah Negeri, terutama sekolah yang berada jauh dari perkotaan jelas sangat membantu. Terlebih, guru-guru honor yang sudah puluhan tahun mengabdi, yang memiliki peran penting dalam menututupi kekurangan guru di Tanjabbar terutama di pelosok-pelosok desa kini harus berharap cemas.
Kabid Dikmenjur Diknas Tanjabbar, Amrial, membantah adanya isu tersebut. Namun kata dia, dengan adanya perubahanan wewenang ke propinsi pihaknya sudah menyampaikan laporan tertulis jumlah honor di Tanjabbar dan saat ini kata dia, pihak Diknas masih fokus terhadap guru PNS.
"Ya memang saat ini masih fokus terhadap peralihan guru PNS, untuk guru honor masih menunggu keputusan provinsi. Sejauh ini Ždata Sudah diserahkan ke propinsi, tinggal nunggu dulu untuk Mendata ulang,Ž" tukasnya. (sun)
