JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Kepada warga Jambi, diharapkan untuk berhati-hati. Jika melihat orang tak dikenal di lingkungan dan gerak geriknya mencurigakan, lebih baik laporkan ke polisi.
Pasalnya, hingga kini 4 dari 6 kawanan perampok sadi yang Beraksi di Jalan Apel Kecil RT 02 SP 3, Desa Tanjung Benanak, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjab Barat, pada Kamis (6/10) lalu, masih berkeliaran. Dua diantaranya sudah tertangkap. Satu diamankan tanpa perlawanan dan satunya lagi tewas tertembak.
Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Kuswahyudi Tresnadi, melalui Kasubbid Penmas, Kompol Wirmanto, mengatakan, empat pelaku lainnya masih diburu.
"Terus dilakukan perburuan. Anggota terus mencari keberadaannya," ujar Kompol Wirmanto, kepada wartawan.
Kata Dia, satu orang dari komplotan ini yakni Tono Purwanto (33) berhasil diamankan di Mapolda Jambi. Sementara, otak pelakunya yaitu Ferdiyansah alias Wadi (35) harus meregang nyawa setelah terjadi baku tembak dengan polisi, saat akan ditangkap.
Untuk diketahui, keduanya ditangkap Rabu (12/10) dini hari sekira pukul 00.30 di kawasan Bayung Lencir, Sumatera Selatan. Setelah berhasil meringkus Tono, polisi baru mengetahui lokasi persembunyian Wadi, yaitu di Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.
Sekira pukul 09.30, saat akan disergap Wadi berusaha kabur. Tembakan peringatan yang dilepas polisi tak digubrisnya. Bahkan dia sempat membalas tembakan menggunakan senjata api (senpi) rakitan jenis revolver, ke arah polisi.
Setelah terjadi baku tembak, akhirnya polisi berhasil melumpuhkan Wadi. Merasakan timah panas, Wadi langsung tersungkur dan menyerah. Tim pun langsung mengevakuasinya ke Puskesmas Lembak untuk mendapat pertolongan pertama. Sayangnya, saat sampai di Puskesmas, pelaku sudah meninggal dunia. (pds)
