JAMBIUPDATE.C, SAROLANGUN - Warga Pematang Uba, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Sarolangun,menolak keras pengaspalan jalan yang melintas di lingkungannya. Pasalnya pemborong jalan melakukan pengaspalan hanya menggunakan pasir batu (sertu) dan bukan mengunakan batu split.
Bahkan sayap jalan yang baru di aspal juga mudah rusak. Apalagi kualitas aspalnya tidak sesuai dengan spek yang ada.
"Kalau seperti ini kami sebagai warga Pematang Uba, yang menggunakan jalan ini tidak terima sebab aspalnya bukan batu split tapi sertu," kata Ali AB, selaku ketua lingkungan Pematang Uba.
Menurut pria ini, pihak kontraktor juga tidak memasang papan nama, sehingga masyarakat tidak mengetahui berapa dana yang digunakan untuk membangun jalan.
"Tidak ada sama sekali papan proyeknya,ini jalan di dalam kota saja pengerjaannya seperti ini padahal volume kendaraan yang melintasi cukup tinggi,kalau sekedar buat tapi tidak sesuai mutu pasti cepat rusak dan sia sia dana milik masyarakat yang di pakai,"cetus Ali. (dez)
