JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Meski berbagai upaya telah dilakukan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) kabupaten Kerinci, wabah rabies masih sulit dieliminir di Kabupaten Kerinci.
Bahkan Disbunnak Kerinci berbohong soal data rabies pada beberapa bulan lalu, dimana pihaknya mengatakan belum ada ditemukan kasus rabies. Padahal, menurut data yang berhasil dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, selama tahun 2017 ini terdapat 23 kasus positif rabies.
Dan trendnya justru meningkat dua kali lipat, dibandingkan dengan kasus positif rabies pada Tahun 2016 lalu yakni hanya ditemukan 11 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hamsal Rabit, dikonfirmasi membenarkan adanya peningkatan kasus rabies pada Tahun 2017 ini.
"Benar, dari Januari hingga Desember 2017, ditemukan 23 kasus positif rabies. Sementara pada tahun 2016 lalu, hanya ditemukan 11 kasus," ungkapnya.
Terpisah Bupati Kerinci, Adirozal mengatakan, bahwa meskipun statusnya sudah masuk pada kejadian Luar biasa, namun Pemerintah Kabupaten Kerinci masih bisa untuk menanganinya.
"Sehingga kita tidak menetapkan Kerinci status KLB pada rabies, karna masih bisa ditangani," ungkapnya. (adi)
