iklan H. M. Syarkawi (alm).
H. M. Syarkawi (alm).

JAMBIUPDTAE.CO, JAMBI - Tak ada lagi ajakan yang terdengar untuk melaksanakan salat berjamaah di telinga Midyanto Syanur. Itu setelah kepergian orang tuanya alm. H. M. Syarkawi Jumat (5/1) di RSUD Raden Mattaher Jambi di usianya yang ke 75 tahun. Sebelum wafat, almarhum berjuang melawan penyakitnya. Semua orang dekat almarhum merasa kehilangan. Terutama anak dan cucunya.

Di mata Midyanto, orang tuanya adalah sosok yang disiplin. Dari kedisiplinan itulah Dia belajar banyak hal, apalagi dalam waktu salat. Dia tidak pernah meninggalkan salat berjamaah di masjid, beliau adalah sosok  pribadi yang taat kepada agama, kata Midyanto, kemarin.

Almarhum mempunyai pola mendidik yang lembut kepada anak-anaknya. Almarhum yang dilahirkan 5 Mei 1942 di Desa Buluh Kasab, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari ini meninggalkan satu orang Istri hj Nuraidah. Di Desa Buluh Kasab, beliau sangat dekat dengan masyarakat, almarhum juga termasuk tokoh masyarakat.

Alummi APDN angkatan 3 ini juga meninggalkan tiga orang anak, yaitu, Ermawaty Syanur SH, Jaksa.  Midiyanto Syanur SE, PNS. Ridwan Putra Syanur SE.PNS. Dan meninggalkan 6 orang cucu serta 3 menantu, Amin Nasution SH MH. Nyimas Sari Dewi SKM, Saibatul Aslamiyah.

Awal karir almarhum, menjadi Camat Mersam. Kabag Urusan Pegawai. Kepala BP7. Pembantu Bupati. Asisten III Setda Kabupaten Batanghari. Dan pensiun menjadi anggota DPRD Kabupaten Batanghari dari PKB, besutan Gusdur. Semasa hidup, orang tua Midiyanto berpesan agar anak dan cucunya tidak meninggalkan salat berjamaah.  Itu pesan beliau kepada kami, ujarnya.

Di Desanya di Buluh Kasab, almarhum juga buat pengajian.

Midiyanto juga mengisahkan cara almarhum mendidik anak-anaknya. Beliau langsung memberikan contoh kepada anak-anaknya tentang salat berjamaah. Kita langsung diajak ke Masjid. Beliau orang yang tekun beribadah, akunya.

Sepengetahuan Midiyanto, lebih bih dari empat majelis ilmu yang diikuti almarthum ayahnya. Saya yang empat tahun mengantar beliau ke masjid dan mengikuti kajiannya, sangat merasakan manfaatnya dan merasa kehilangan, akunya.

Di akhir hayatnya, almarhum sempat mengucapkan kata Laillahaillah dan mengucapkan Allah.

Midyanto mengaku sangat merindukan kedisiplinan almarhum ayahnya. Dia orangnya disiplin   dan humoris, imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Midyanto  mengucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat di kampunya, Ketua Rt 06 , Kelurahan Simpang 3 sipin. Sekretaris RT 06. Mantan Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus. Karo humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi. H. Hasip Kalimudin Syam. Imam Masjid Alhailal. Imam Masjid Nurdin Hasanah. Dan Masyarakat Desa Buluh Kasab dan Keluarga Sei Bengkal.  RSUD  Raden Mattaher. Alumni APDN. Kejati Sumut. Bupati Sarolangun. (fth)

 


Berita Terkait



add images