JAMBIUPDATE.CO, - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto menegaskan agar pihak sekolah tidak memaksa para siswa memberikan sumbangan untuk hewan kurban.
Pasalnya, Bowo telah mendengar ada sekolah yang memaksa siswanya untuk membayar sumbangan hewan kurban. Menurutnya, sumbangan seharusnya ditawarkan pada siswa yang ingin menyumbang saja.
"Mereka yang memang mau dan bersedia, berkurbanlah. Jangan sampai mereka kemudian diminta didorong untuk berkurban tapi (malahan) jadi korban," ujar Bowo di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (6/8).
Bahkan, Bowo mengungkap ada siswa di salah satu sekolah yang mengaku mendapat tindakan diskriminatif dari pihak sekolah. Penyebabnya, siswa tersebut belum membayar sumbangan hewan kurban.
Dalam keterangan yang diperolehnya, siswa yang diduga didiskriminasi tersebut mengakui tindakan sekolah dapat dilihat seperti pemaksaan. Menanggapi itu, Bowo mengaku telah memanggil kepala sekolah dari sekolah tersebut.
"Sekolahnya sudah dipanggil. Namanya sumbangan itu harus sumbangan Susu Tante, Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan, tapi ada minimal sekian. Tidak ada, namanya sumbangan (harus) seikhlasnya," tandasnya.
(ce1/rgm/JPC)
Sumber: jawapos.com
