Hamsiah menjual batu alam putih dan hitam dari bekas lokasi tambang PETI di Jalan Lintas Sumatera.
Hamsiah menjual batu alam putih dan hitam dari bekas lokasi tambang PETI di Jalan Lintas Sumatera.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Sarolangun, saat ini sudah mengalami penurunan yang drastis. Bukan karena aparat pemerintah yang melakukan tindakan tegas terhadap pelaku PETI, melainkan karna memang potensi emas sudah sulit didapat. 

Saat ini, masyarakat sekitar eks lokasi PETI memanfaatkan bongkahan batu alam hasil aktivitas PETI untuk dijual kepada mereka yang membutuhkan. Salah satunya yakni di Desa Muara Danau, Kecamatan Pelawan.

Dimana batu alam berwarna putih dan hitam itu diolah warga, dengan cara dibersihkan hingga memiliki nilai jual dan sering digunakan untuk penghias taman.

Hamsiah,salah satu warga Desa Muara Danau, Kecamatan Pelawan, saat dikonfirmasi sejumlah awak media menjelaskan, agar batu menjadi bersih dan putih, batu dicuci dengan menggunakan air yang dicampur dengan air keras cuka getah, setelah putih dan bersih, batu dijemur hingga kering dan dikemas ke dalam karung berukuran 20 Kg dan siap untuk dijual.

Batu ini sering disebut dengan sebutan batu putih, yang biasa digunakan sebagai batu hiasan taman maupun aquarium, kata Hamsiah.

Dikatakannya, batu putih yang telah dimasukan ke dalam karung tersebut, disusun di pinggir jalan lintas sumatera. Hamsiah mengaku pembeli batu putih tidak hanya dari Provinsi Jambi saja, melainkan juga dari provinsi tetangga.

Saat melintas jalan ini, biasanya mereka menyempatkan diri untuk mampir dan membeli batu putih, seperti dari Provinsi Sumatra Barat, Riau, Medan, Palembang serta Bengkulu,akunya.

Untuk batu putih jelasnya kembali, dijual dengan harga Rp15 ribu perkarung, sementara batu yang berwarna hitam dijual dengan harga Rp 20 ribu perkarung. Dari hasil penjualan itu, Hamsiah rata-rata setiap bulannya mengantongi omset sekitar Rp2 juta.

Hasil penjualan batu bisa cukup membantu ekonomi keluarga. Bahkan, saat memasuki hari raya idul fitri dan natal, biasanya permintaan batu putih meningkat,"pungkasnya. (hnd)


Komentar

Berita Terkait

Direndam Banjir, 539 Hektare Lahan Sawah di Batanghari Puso

Dinkes Batanghari Masih Kekurangan Tenaga Medis

Curah Hujan Tinggi, Waspadai Penyakit Pada Hewan Ternak

Suplay Terlambat, Elpiji 3 Kg di Tebo Langka

Rekomendasi




add images


Warning: Unterminated comment starting line 75 in /home/jambiupddd2020/public_html/ber-app/_frontend/views/v_footer.php on line 75