Bahren Nurdin.
Bahren Nurdin.
Oleh: Bahren Nurdin 
 
*Hasan Basri Agus (HBA)* agaknya memiliki nilai tersendiri di dunia politik Provinsi Jambi bil khusus menghadapi perhelatan pemilihan gubernur (Pilgub) tahun 2020 mendatang. Buktinya, akhir-akhir ini beberapa bakal calon (balon) yang berkeinginan ikut serta dalam kontestasi tersebut berduyun-duyun merebut restunya, bahkan saling klaim di berbagai media mereka telah medapatkan lampu hijau dari HBA.
 
HBA sendiri sebeneranya sampai saat ini belum menyatakan diri apakah ikut serta sebagai peserta atau tetap melanjutkan amanah rakyat sebagai Senator di Senanyan hingga 2024 mendatang. Maju atau tidak, tentulah keputusan politik Beliau dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Namun hebatnya, kondisi ini tidak menghalangi para  balon untuk sowan dengan kemasan masing-masing.
 
Sebenarnya, dalam kondisi ini, HBA bisa saja menjadi lawan dan kawan. Jika HBA pada akhirnya menyatakan maju, maka semua bakal calon yang ada akan siap-siap melakukan perlawanan. Atau, 
mundur teratur. Namun, jika HBA menyatakan tidak ikut, maka petuah HBA menjadi rebutan.  
 
Lantas mengapa restu HBA begitu penting mereka dapatkan? Apa makna restu HBA bagi para kontestan ini? Tentu mereka memiliki alasan masing-masing. Namun secara kasat mata dapat dimaknai dalam beberapa konteks dan tujuan. 
 
Pertama, senior dan junior. Dapat dipastikan beberapa dari para kontestan yang akan maju pada pilgub mendatang adalah para kepala daerah (bupati dan wali kota) di lingkungan Provinsi Jambi. HBA sudah pernah sukses menjadi Gubernur Jambi. Maka jelaslah mereka semua adik junior HBA. Jadi wajarlah jika para junior meminta restu orang yang mereka anggap matang dalam dunia politik. Saran dan masukan dari HBA menjadi penting sebagai pengawal langkah mereka di dunia politik.
 
Harus diakui, kematangan HBA di dunia birokrasi dan poltik tidak dapat diragukan lagi. Berkarir dari level terendah di dunia birokrasi hingga akhirnya menempati posisi puncuk sebagai Gubernur Jambi. Sebelum sampai ke puncak kekuasaan, nyaris seluruh posisi pimpinan birokrasi pernah beliau emban seperti, camat, sekda, bupati, dan terakhir sebagai gubernur. Bahkan, beberapa kepala daerah yang saat ini menjabat adalah hasil didikan Beliau.
 
Jadi, versi sederhananya kedatangan para bakal calon (balon) gubernur kepada  HBA atau saling klaim di media saat ini adalah sebagai kedatangan adik kepada kakak. 
 
Kedua, restu sama dengan dukungan, dukungan sama dengan suara. Dalam dunia politik, tidak ada yang sederhana. Selalu saja ada trik dan intrik yang harus diambil. Dukungan dan restu HBA tentu memiliki implikasi yang luas. Mereka semua tau bahwa HBA memiliki lover yang menyebar luas di seluruh penjuru Jambi. Lihat saja, dalam pemilihan calon legislatif serentak beberapa waktu lalu, HBA mendapat suara terbanyak di Provinsi Jambi yang menempatkannya di DPR-RI. 
 
Para pendukung militan inilah sesungguhnya yang menjadi target dari para balon. Direstui oleh HBA berarti akan ada ratusan ribu pendukung HBA yang juga akan mendukungnya. 
 
Akhirnya, ternyata harus diakui bahwa restu HBA menjadi salah satu elemen penting sebagai kunci sukses dalam pehelatan pilgub Jambi mendatang. Rastu kemudian akan menjadi kata sakti untuk menarik simpati dan dukungan dari masyarakat Jambi. Sampai saat ini, HBA diyakini  masih menjadi penentu arah kebijakan politik di Provinsi Jambi. 
 
Akademisi UIN STS Jambi dan Sekjen KPPD-RI

Komentar

Berita Terkait

Berkawan dengan Rasa Cemas

Menilik Permasalahan Pajak E-commerce

Dasar Pengenaan Pajak Bumi Dan Bangunan Di Indonesia

Legal atau Ilegal, Penebangan Hutan Bisa Picu Banjir

Muda Membangun

Lego Legoland

Wag The Dog

Rekomendasi




add images