Doni Ropawandi, mantan Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia.
Doni Ropawandi, mantan Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia. (Istimewa)

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Pertemuan kepala daerah di Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Sabtu (14/09/2019) pagi meramaikan media sosial. Beragam komentar dan analisa warganet tumpah ruah di jejaring sosial. Bahkan sebenarnya, para kepala daerah sendiri yang sengaja memviralkan pertemuan ini.

Doni Ropawandi, mantan Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia menenggapi terkait pertemuan 5 kepala Daerah tersebut. Ia menyebutkan, bahwa pertemuan tersebut adalah pertemuan yang sangat baik kalau memang ada urgensinya bagi pembangunan daerah terlebih sudah dilaksanakan sebanyak dua kali.

“Memang sebenarnya sangat baik pertemuan kepala daerah secara reguler, namun harus kita lihat sisi urgensinya. Apakah kerjasama dalam rangka memajukan ekonomi dan pembangunan daerah, atau karena momentum Pilgub 2020," ujar Doni Ropawandi.

BACA JUGA : Geram Soal Pertemuan 5 Bupati di Kerinci, Gubernur Fachrori Bilang Begini

Lebih lanjut, Doni menambahkan, Karena ini merupakan pertemuan kedua maka dari sudut pandang yang terjadi pada saat pertemuan adalah nol aksi.

"Inikan sudah yang kedua, jika kita lihat dan refleksi yang pertama dan kedua maka tidak ada yang dihasilkan. Cuma duduk dimeja makan kemudian ngopi, Itu aja.

Intinya silatuhrami dengan modal rakyat, akan tetapi tidak memberi dampak kepada rakyat,” kritik mahasiswa Doktoral tersebut.

Dia menjelaskan, namun banyak yang beranggapan bahwa agenda tersebut tidak lebih hanya untuk mempersiapkan momentum pilgub 2020.


Komentar

Berita Terkait

Kontraktor di Kerinci Mengamuk, Ini Penyebabnya

Tiga Kecamatan di Muaro Jambi ini Bakal Dilintasi Tol

Hari Ini, TK,SD, dan SMP di Batanghari Kembali Diliburkan

Rekomendasi