Pada triwulan III tahun 2019 penurunan konsumsi rumah tangga terjadi pada komoditi makanan. Yaitu pada kelompok bahan makanan dan kelompok makanan dan minuman jadi dengan nilai indeks masing-masing sebesar 95,42 dan 95,19. Sebaliknya nilai indeks semua komoditi non makanan pada triwulan III tahun 2019 lebih dari 100 kecuali untuk kelompok rekreasi yang memiliki indeks 94,19. Apabila diurutkan dari nilai indeks tertinggi kelompok pendidikan menempati posisi pertama dengan indeks 108,59 dikarenakan ada tahun ajaran baru.
Berikutnya ada kelompok perawatan kesehatan dan kecantikan pada posisi kedua dengan indeks 107, 62. Hal ini terjadi karena fenomena kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya. Kelompok pembelian pulsa berada pada posisi ketiga dengan indeks 104,85 diikuti kelompok transportasi pada urutan selanjutnya terakhir ada kelompok akomodasi dan pakaian yang masih memiliki indeks di atas 100. "Nilai ITK Provinsi Jambi pada triwulan 4 tahun 2019 diperkirakan sebesar 108,04 artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan lebih optimis dibandingkan dengan triwulan III tahun 2019," tandasnya.
Perkiraan kondisi tersebut antara lain didorong oleh optimisme memperoleh pendapatan mendatang yang lebih tinggi karena kemungkinan mendapatkan bonus akhir tahun bagi karyawan swasta sehingga menciptakan nilai indeks sebesar 110, 30.
Sementara itu perkiraan pembelian barang tahan lama juga meningkat hingga mencapai 104,07. (*/azz)
