Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

Dijelaskan Suyudi, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, praktik suntik sel punca tersebut mematok harga Rp230 juta atau sekitar USD16.000 untuk sekali suntik.

“Serum stem cell ini pelaku jual seharga USD16.000 atau sekitar Rp230 juta,” katanya.

Untuk bisa mendapatkan jasa suntik sel punca, pasien harus menyetorkan uang muka terlebih dahulu sebesar 50 persen.

Uang muka ditransfer ke sebuah perusahaan di Jepang. Produk serum akan dikirim ke Indonesia dan langsung dijemput oleh staf klinik di bandara dan dibawa ke klinik untuk segera disuntikan ke pasien.

“Sisa pembayaran yang sejumlah USD8.000 dilunasi setelah selesai penyuntikan ‘stem cell’ tersebut,” katanya.

Praktisi Medis sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, mengatakan bahwa suntik sel punca dapat dijadikan terobosan terbaru dalam mengobati berbagai penyakit kronis.

Dijelaskannya, sel punca adalah sel yang memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel spesifik dan membentuk berbagai jaringan tubuh.

“Sel ini pada dasarnya merupakan blok pembangun (building block) pada tubuh manusia,” katanya saat acara peresmian Pusat Produksi Sel Punca dan Produk Metabolit Nasional, Jakarta, Desember lalu.

Selain itu, dalam berbagai jaringan, sel punca juga bisa bertindak seperti sistem perbaikan internal.

Saat sel punca membelah, maka masing-masing sel yang baru memiliki potensi tetap sebagai sel yang sama. Atau menjadi sel jenis lain dengan fungsi yang spesifik, seperti tulang, sel otot, sel saraf, sel darah merah, atau sel otak.


Komentar

Berita Terkait

Gegara Saling Melirik, Anggota DPRD Baku Pukul Dengan Warga

3 Kasus Korupsi 'Paus' Jadi Ujian KPK Baru

Ketahuan Merokok, 26 Kader PDIP Dijatuhi Sanksi

Kebangetan! Ribut, Bakar Rumah Lalu Pukul Ibu dan Bacok Adik

Honorer Guru K2 Pertanyakan P3K

Rekomendasi




add images