Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

“Karena sifatnya tersebut, sel punca diyakini dapat mengisi dan memperbaharui sel jaringan yang rusak akibat berbagai penyakit,” katanya.

Potensi yang positif bagi kesehatan tersebut, maka sel punca dan produk metabolitnya memiliki peran sangat penting dan menjanjikan pada bidang kesehatan di masa depan.

Sementara itu, Dr. Cynthia R Sartika, Direktur PT Prodia StemCell Indonesia dalam keterangan resminya, Minggu (12/1) mengatakan produk stem cell haruslah teruji.

“Pastikan bahwa produk tersebut adalah stem cell hidup, potensinya baik dan pastinya harus aman dan steril, serta penggunaan perlu kehati-hatian sehingga perlu sumberdaya berkompetensi, fasilitas lengkap dan aman, pengalaman dan pengetahuan yg memadai untuk membuat produk stem cell yang aman dan berkualitas,” terangnya.

Semua terapi stem cell terutama yang diberikan secara sistemik perlu dilakukan oleh dokter yang kompeten di bidang penyakit yang ditangani. Kolegium yang sudah mendaftar ke Kementerian Kesehatan dalam penggunaan stem cell terapi adalah kolegium ortopedi dan bedah plastik.

“Barangkali akan masuk dari kolegium-kolegium lainnya, karena yang sudah melakukan uji klinis telah mengetahui potensi stem cell untuk mengatasi penyakit-penyakit yang sulit disembuhkan,” paparnya.

Dengan kasus ini, Cynthia berharap, masyarakat dapat mendukung terapi menggunakan stem cell, dengan cara memilih klinik/RS yang sudah memiliki izin.(gw/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Komentar

Berita Terkait

Gegara Saling Melirik, Anggota DPRD Baku Pukul Dengan Warga

3 Kasus Korupsi 'Paus' Jadi Ujian KPK Baru

Ketahuan Merokok, 26 Kader PDIP Dijatuhi Sanksi

Kebangetan! Ribut, Bakar Rumah Lalu Pukul Ibu dan Bacok Adik

Honorer Guru K2 Pertanyakan P3K

Rekomendasi