JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Awal tahun 2020 ini angka kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jambi mengalami peningkatan. Ini merupakan fenomena rutin di awal tahun.
Dari laporan sementara yang masuk di Dinkes pertanggal 23 Januari, tercatat kasus DBD terjadi sebanyak 94 kasus. Itu terjadi di Kota Jambi dengan 60 kasus, dan di Kabupaten Batanghari sebanyak 34 kasus.
Dikatakan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Eva Susanti (23/1), dari 94 kasus DBD itu, satu penderita dinyatakan meninggal dunia, di Kota Jambi.
"Laporan sementara, baru dua daerah itu yang melapor, karena biasanya Kabupaten/Kota itu melapor di akhir bulan dan paling lambat setiap tanggal 5," sampainya.
Dijelaskan Eva, angka DBD memang selalu mengalami peningkatan setiap awal tahun. Bukan hanya di Jambi, namun, hampir di semua wilayah di Daerah.
"Karena memasuki musim hujan, dimana banyak muncul genangan-genangan air tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebab BDD," katanya.
Untuk menekan kasus DBD ini, Eva menyebut, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah, seperti penguatan pemberdayaan masyarakat untuk melakua 3M Plus, yaitu, menguras/membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat-rapat penampungan air, memanfaat kan kembali atau mendaur ulang barang bekas. "Plusnya menaburkan bubuk larvasida, menggunakan obat nyamuk, kelambu, dan lain-lain," sebutnya.
Sementara itu, untuk kegiatan lain, seperti Fogging, diungkapkan Eva, di awal tahun ini baru Kota Jambi yang mengajukan permintaan. "Mudah-mudah dalam waktu dekat insektisida dari pusat dalam beberapa hari ini dan bisa kita segera distribusikan ke kota," ungkapnya.
Kendati demikian, kegiatan fogging bukanlah yang paling efektif untuk menekan kejadian DBD. Sebab fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan memiliki efek samping. Belum lagi beberapa jenis pestisida sudah terjadi resistensi, nyamuk bisa bertahan dengan jenis pestisida tersebut. "Jadi yang paling penting itu 3M Plus tadi," tandasnya. (aba)
