Ilustrasi.
Ilustrasi. (Net)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA– Hingga kini dilaporkan sudah 41 orang meninggal di Cina akibat virus corona. Sementara 1.300 orang dilaporkan terinveksi secara global. Demikian sebuah laporan dari otoritas kesehatan Cina yang dikutip dari Reuters pada Sabtu (25/1).

Virus mematikan ini berasal dari Kota Wuhan di Cina. Kota yang berpenduduk 11 juta jiwa ini, memiliki salah satu pasar yang banyak dijual daging hewan liar secara ilegal, seperti kelelawar, ular dan lainnya.

Di Indonesia, pada Kamis (24/1) kemarin, salah satu warga Tiongkok yang bekerja di Huawei tiba-tiba terkena demam tinggi. Ia disebut-sebut terkena virus tersebut. Belakangan diketahui hanya demam biasa.

Lantas bagaimana kah mengenal serangan virus corona?

Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV alias corona adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia.

Bedanya dengan virus lain, ujar Diah, virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.

Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

“Pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan. Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influensa tapi dia menyebabkan Pneumonia,” kata Diah saat dihubungi BBC Indonesia.


Komentar




add images