iklan Ilustrasi.
Ilustrasi. (Dok Jambiupdate)

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Gubernur Jambi Fachrori Umar melalui Kepala Biro Humas Setda Provinsi Jambi Johansyah memberikan pernyataan terkait kabar yang berkembang adanya warga yang saat ini dirawat di RSUD Raden Mataher karena diduga terkena virus Corona.

Dikatakan Johansyah, pihak RSUD Raden Mattaher tidak mengatakan itu suspect (dicurigai) virus 2019-nCov (familiar disebut Virus Corona), tetapi pasien dirawat, dengan diagnosa kerja radang atau infeksi saluran nafas atas atau bawah. "Karena yang bersangkutan pernah melakukan perjalanan ke Wuhan (China), maka tata kelolanya dilakukan isolasi dan sedang dilakukan pemeriksaan lanjutan termasuk laboratorium," jelasnya.

Kemudian, pihak RSUD Raden Mattaher sudah melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan riwayat perjalanan dan kontak. "Pihak RSUD Raden Mattaher sudah mengambil spesimen laboratorium dan mengirimkan spesimen itu ke pusat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Johan.

Selanjutnya,sudah dilakukan koordinasi antara Dinas Kesehatan dan KKP untuk notifikasi dan mendistribusikan Health Allert Card utk close contact. "Kami sampaikan juga orang yang pulang dari luar negeri kurang dari 14 hari yang negara dikunjungi ada kasus corona menderita sakit demam, batuk pilek sampai sesak maka segera berobat ke fasilitas kesehatan," tegas Johansyah.

Selanjutnya, Pemprov Jambi mengimbau masyarakat agar tetap tenang, jangan panik dan resah, serta tidak menyebarkan berita-berita yang belum tentu kebenarannya tentang Virus Corona.

Lalu,tetap melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, yaitu dengan melakukan cuci tangan secara rutin, dengan menggunakan sabun. "Terus menjaga kesehatan dengan memperbanyak makan buah dan sayur," katanya.

Juga dengan menjaga kesehatan dengan rajin olahraga dan aktivitas fisik.Menutup mulut dan hidung dengan tissu ketika bersin atau batuk." Bila ada yg sakit dgn gejala demam, batuk pilek atau sesak nafas dan yg terutama plg dr negara yg ada kasus corona maka gunakan masker dan periksa ke fasilitas kesehatan," tandasnya. (aba)


Berita Terkait



add images