Dua hari kemudian, Jumat (14/2) yang bertepatan dengan Hari Valentine, korban kembali mengirim SMS. Sejak saat itu, korban tidak ada kabar lagi.
“Sempat SMS pada Jumat (14/2) sore mengabarkan lagi kepada orangtuanya akan segera pulang ke Palembang. Menggunakan SMS karena alasan kuota habis,” terang Bakhtiar.
Bakhtiar menambahkan, korban juga sempat memberitahu kepada orang tuanya bahwa dia menginap di Penginapan Andalas Lampung.
“Namun hingga saat ini nomor HP korban tidak ada yang aktif dan tidak bisa dihubungi,” bebernya.
Subdit Jatanras Polda Sumsel akan melakukan koordinasi dengan Polda Lampung untuk mencari korban.
“Kita akan menelusuri keberangkatan dan akan mengecek manifest di stasiun KA Kertapati Palembang,” tukas Bakhtiar.
Sementara itu, Fahmi bapak korban berharap anaknya masih bisa ditemukan dan pulang dengan selamat.
“Anak kami sebagai dokter di RS Pusri, tapi awal Januari 2020 lalu sudah resign. Anak kami ke Lampung menggunakan kereta api dan sempat memberikan kabar. Terakhir kontak Jumat sore dan setelah itu tidak ada lagi,” terang Fahmi.
(dho/sumeks)
Sumber: www.pojoksatu.id
