iklan Edi Purwanto.
Edi Purwanto. (Dok Jambiupdate)

JAMBIIUPDATE.CO, JAMBI - Lambannya pekerjaan SMA TT Babeko turup disoroti Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto. Sang pimpinan Dewan menyayangkan lambannya pekerjaan pembangunan SMA TT Muaro Bungo.

Padahal, dikatakan Edi, dari awal DPRD sudah mendorong pembanguanan untuk dilakukan lelang dini atau dipercepat. Ini juga dikarenakan angkatan pertama SMA TT Babeko ini tengah ditumpangkan di SMA TT H Abdoerrahman Sayoeti (HAS) Pijoan.

"Itu sudah dianggarkan dan dikerjakan, kalau misalnya lelangnya dari awal kemungukinan pekerjaannya bisa cepat selesai, kedepan kita minta untuk diselesaikan cepat," kata Edi.
Nanti, kata Edi, apapun yang bisa didorong pihaknya untuk percepatan ini akan dilakukan.

"Pokoknya apa yang bisa kita lakukan akan kita lakukan untuk percepat program (pembanguna SMA TT Babeko) ini," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Syahran mengakui target awalnya kemarin gedung ini bisa dipakai sebelum ajaran baru (Juli,red), tapi, tak tercapai dan ditargetkan akan selesai tahun 2021. "Sampai hari ini, pembangunan itu belum selesai, sekarang masih dalam tahap pengerjaan," sebutnya.

Bahkan untuk mengecek situasi riil di lapangan, kata Syahran tengah dilakukan kunjungan ke lokasi SMA TT Babeko oleh Komisi IV DPRD Provinsi Jambi dan beberapa perwakilan pihak Disdik.

"Berapa persen dan tahap apa itu yang sedang ditinjau, seperti apa pembangunannya di sana, belum bisa kita sampaikan," ungkapnya.

Sementara, khsusus untuk penerimaan siswa baru SMA TT Babeko ini ada kesepakatan masih ditumpangkan di SMA TT HAS. “Sementara dua angkatan (ditampung dulu) di sana,” jelasnya.

Diakuinya, untuk daya tampung di SMA TT HAS sendiri yang akan ditambah lagi satu angkatan baru dari SMA TT Babeko, ini menjadi perhatian.

“Cuma kita tetap terima siswa baru untuk siswa TT Babeko, memang ada 120 siswa untuk siswa angkatan pertama di tahun 2019 lalu dan untuk 2020 nanti ada sekitar itu juga, jadi total ada 240 siswa SMA TT Babeko yang ditumpangkan,” jelasnya.

Nantinya, agar tak overkapasitas penampungan siswa, Syahran menyebut kemungkinan juga akan ada koordinasi lebih lanjut terkait jumlah siswa baru sesuai ruangan tersedia.

Sementara disinggung mengenai kabar penolakan pembangunan lahan SMK 12 untuk lahan SMA TT Syahran menyebut itu juga yang akan dicek pihaknya.

“Jika ditolak kita tak bisa jawab, jangan berandai-andai dulu,” ucapnya.
(aba)


Berita Terkait



add images