iklan Direktur Pendidikan YPPD Al-Azhar Jambi, H. M. Hafizh El-Yusufi S.Pd.I., M.M .
Direktur Pendidikan YPPD Al-Azhar Jambi, H. M. Hafizh El-Yusufi S.Pd.I., M.M . (Istimewa)

Dengan belajar dari rumah, walaupun masih sangat terasa asing bagi sebagian siswa dikarenakan paradigma yang terlanjur melekat dalam pikiran mereka yaitu tempat belajar itu hanyalah sekolah, berseragam lengkap, ada teman dan guru serta meja dan kursi kelas. Sedangkan rumah yang mereka tahu selama ini adalah tempat istirahat, bermain, berkumpul bersama keluarga. Apalagi DIAZ yang notabene menerapkan sistem fullday school yang mana memiki prinsip belajar tuntas.

Selama ini DIAZ tidak memperkenankan Murobbi-murobbiah untuk memberikan homework kepada siswa dengan alasan tentunya prinsip belajar tuntas dapat dijadikan pedoman guru yang dengan itu guru memastikan ketuntasan pembelajaran setiap harinya di sekolah. 1 jam terakhir yang menjadi apersepsi untuk memastikan pemahaman siswa terhadap pembelajaran. Agak susah memang, sebagian Murobbi-murobbiah sempat mendapatkan kendala. Apalagi diyakini tampaknya belajar dari rumah ini sepertinya akan lama dan DIAZ sangat memahami jika tidak mampu dikemas dengan apik akan memunculkan kebosanan, kejenuhan sehingga akan berdampak kurang baik bagi perkembangan belajar dan karakter siswa. Namun kini saatnya kita memberikan pemahaman yang benar kepada seluruh siswa bahwasanya belajar itu tidak mesti di sekolah.

"Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam memberikan tausiyah, menyampaikan ayat, menyampaikan hadits kepada para sahabat bahkan bisa dimanapun, termasuk kebun kurma. Dan yang terpenting, siapapun bisa kita jadikan guru, dalam artian siapapun dia yang bisa membuat kita menjadi tahu," terangnya.

Di bulan Ramadhan yang tinggal 9 hari lagi, DIAZ telah menyiapkan kurikulum Pesantren Ramadhan yang berisikan materi-materi pembinaan keagamaan terkait penjelasan banyak hal dalam konteks agama tentang pembiasaan karakter dan pelaksanaan ibadah yang telah dibiasakan oleh siswa selama di sekolah. Terhitung selama 2 minggu sebelum tanggal ditetapkannya libur menyambut Idul Fitri. Dengan demikian pembelajaran daring akan berakhir pada tanggal 22 April 2020 sebelum dilanjutkan dengan Kurikulum Ramadhan seperti penjelasan diatas. Dan tanggal 8-20 Juni akan dilaksanakan Ujian Semester setelah libur Idul Fitri.

Tentu apa yang diusahakan oleh DIAZ merupakan upaya memprogramkan anak-anak untuk tetap menjalankan prinsip keteraturan mulai dari bangun pagi hingga tidur malam sehingga sekaligus dapat menjadi panduan bagi orang tua.

Berdasarkan program tersebut, orangtua akan mengetahui perkembangan anandanya dan segera belajar cepat untuk menjadi guru segala ilmu melalui berbagai aktivitas dan kreativitas yang dipandu oleh wali kelas sebagai partner dalam mendidik.

Kini, 4 minggu sudah siswa belajar dari rumah dan belum ada tanda-tanda akan diizinkan masuk sekolah kembali. Kondisi ini memberikan tantangan dan tuntutan kepada Murobbi-murobbiah untuk lebih interaktif, kreatif, dan inovatif dalam menyampaikan materi bahan ajar agar siswa dapat terus bersemangat dalam belajar dan tidak kehilangan haknya. Kolaborasi Guru yang cerdas dan orangtua yang cerdas akan menciptakan harmonisasi yang menghasilkan karya terbaik untuk dapat membantu menyelesaikan masalah, bukan justru sebaliknya yang hanya menambah masalah dengan saling menyalahkan apalagi lepas tanggung jawab.

"Apresiasi yang sangat besar terhadap seluruh Murobbi-murobbiah dan seluruh orangtua siswa DIAZ baik Bungo – Jambi dan Tebo. Perjuangan kita hanya Allah yang bisa dan akan membalasnya. Bagi orangtua siswa, tidak dapat kita pungkiri, memang inilah saatnya kita memainkan peran yang utama sebagai orangtua yaitu sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Tetap semangat, tetap sehat dan tetap istiqomah mengajar. Selamat berjuang, dan saya tutup dengan penggalan ayat yang berbunyi, Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar (Al-Baqoroh: 153)," pungkasnya. (azz)


Berita Terkait



add images