Model pembelajaran disini digagas oleh Ustadz H. Hafizh El-Yusufi selaku Direktur Pendidikan YPPD yang bertanggungjawab terhadap mutu dan kualitas pembelajaran. Berbagai model pembelajaran yang dibuat oleh Murobbi-Murobbiah DIAZ ini tentu sangat menarik karena berbeda dengan yang lainnya, mereka buat sendiri dan mereka langsung yang mengajarkan.
"Biasanya 1 video dibuat dengan memakan waktu 1-2 hari. Dengan proses editing yang sangat sederhana namun sangat memperhatikan substansi dan konten yang disampaikan. Dengan harapan target utama kepada siswa adalah: Fun, Easy Understanding, Ringkas, sistematik dan lengkap. Dengan belajar lewat media daring, siswa dapat mandiri dan tetap merasa dekat dengan gurunya seperti di sekolah. Mendidik anak agar mandiri dan merasa bersekolah adalah hal yang tidak boleh hilang pada diri siswa dan harus tetap dijaga. Tetap ada waktu-waktu belajar yang diperhatikan sekalipun di rumah," tambahnya lagi.
Lewat aplikasi Google Classroom, para Murobbi-Murobbiah tetap dapat berinteraksi dengan siswa lewat fitur yang disediakan yang diantaranya: fitur stream, classwork, pemberian tugas di assignment dan juga pemberian materi berupa video yang dibuat sendiri oleh guru yang mana guru hanya melampirkan link Youtube yang berisi video-video guru tersebut yang telah direkam dan diunggah sebelumnya.
Yang dilakukan di DIAZ sangat memliki kekhasan tersendiri dimana bukan hanya pembuatan bahan ajar secara kreatif namun juga turut memberi motivasi melalui pesan yang disampaikan lewat WA dari Murobbi-Murobbiah kepada siswa, membuat poster motivasi yang diunggah di media sosial DIAZ, status media sosial Murobbi-murobbiah serta video-video yang direkam. Hal ini dilakukan agar siswa dapat terus merasakan hubungan emosional serta ikatan hati yang terus terjalin. Dan diharapkan kelangsungan pembelajaran sejak sebelum diterapkannya belajar dari rumah dapat terus berkesinambungan dengan kondisi belajar dari rumah.
Berbagai metode diatas diharapkan dapat memudahkan para Murobbi-morobbiah memahamkan bahan ajar kepada peserta didik dan tentunya berdampak kepada target pencapaian pembelajaran yang tanpa harus membebani siswa seperti yang ditakuti dan dikhawatirkan oleh banyak siswa dan orangtua siswa.
