JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Istilah belajar online, learn from home akhir-akhir ini sangat tren di kalangan masyarakat oleh sebab pandemi global COVID-19 yang menuntut seluruh masyarakat untuk melakukan social & physical distancing.
Begitu juga dengan Diniyyah Al-Azhar Islamic Education Centre, salah satu sekolah terfavorit di Provinsi Jambi ini memanfaatkan aplikasi daring mulai dari WA, Google Classroom, Zoom dan lainnya.
Lewat berbagai aplikasi tersebut tentunya menyesuaikan dengan model pembelajaran dan bahan ajar agar lebih tepat dalam penyampaiannya. Dengan aplikasi tersebut Murobbi dan Murobbiyah (Guru-guru) Diniyyah Al-Azhar dapat berinteraksi dengan siswa, baik yang melalui tatap muka, rekaman video, PowerPoint materi, diskusi grup, gambar maupun rekaman suara sehingga siswa tetap dapat merasakan suasana belajar layaknya di sekolah.
Bahkan ada beberapa guru yang mengembangkan metode pembelajaran kreatif dengan membuat materi bahan ajar dengan penyampaian melalui video. Murobbi-murobbiyah mengajar seakan-akan berada di depan siswa dan siswa dapat menyaksikan Murobbi menerangkan melalui konten video yang dibuat.
"Guru bisa menyapa, menanya, mengulang, memberi pertanyaan serta memerintahkan. Tentu siswapun termotivasi dan bersemangat dalam melakukan kegiatan belajar," terang Direktur Pendidikan YPPD Al-Azhar Jambi, H. M. Hafizh El-Yusufi S.Pd.I., M.M kemarin (16/4)
Dia menjelaskan kelebihan lainnya yakni siswapun dapat mengulang video tersebut berulang-ulang jika ada hal-hal yang belum dipahami atau masih belum jelas. Dapat dipastikan tidak ada Murobbi yang langsung memberikan tugas menjawab soal-soal tanpa memastikan terlebih dahulu memahamkan siswa terhadap bahan ajar yang diberikan. Setelah itu barulah dilaksanakan evaluasi dalam bentuk pertanyaan dan tugas ringkasan ataupun proyek karya. Dari sinilah Wali Kelas dapat mengevaluasi sejauh mana keberhasilan dalam proses KBM. Tentunya bagi siswa yang belum begitu baik dalam memahami bahan ajar akan terus dioptimalkan dengan pilihan metode yang lainnya agar mendapatkan kemungkinan untuk dipahaminya. Setelah itulah barulah Wali Kelas keesokan harinya membuat report kepada Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum untuk direkap dan dievaluasi sebelum dilaporkan kepada Direktur Pendidikan.
Selain itu, dalam kegiatan pembiasaan ibadah dan pembinaan karakter siswa turut pula disertai dengan lembar mutaba’ah harian yang berkoordinasi dengan mitra dalam mendidik yaitu orangtua siswa agar dapat memantau dan membina langsung selama di rumah. Sebut saja berdo’a sebelum dan sesudah melaksanakan semua aktivitas, shalat dhuha, shalat fardhu, shalat tahajjud, membantu orangtua, merapihkan kamar dan lain sebagainya.
"Hal ini diharapkan agar semua tradisi yang telah tertanam pada diri siswa di sekolah tentunya tetap dapat terus menjadi sifat dan karakter yang terus dipertahankan dengan terus menjadi kebiasaan," tambahnya.
Setiap hari orangtua mengevaluasi dengan memberikan check list pada setiap item kegiatan yang telah dilaksanakan. Setelah itu melaporkannya kepada Wali Kelas dan diteruskan ke Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan. Dibuatkannya jadwal kegiatan selama di rumah dan lembar mutaba’ah harian ini sesuai denga hasil riset yang ditulis dalam buku “Ritual & Tradition” oleh Jacky and Kimberly bahwa sangat penting bagi anak-anak sejak usia dini mengikuti jadwal yang terstruktur agar kelak ia dapat hidup teratur. Apalagi bagi murid Playgroup dan TK serta kelas 1-2-3 SDIT tentu disesuaikan dengan indikator keberhasilan pembelajaran sesuai usianya yang berdasarkan pada aspek kognitif, afektif, motorik dan psikomotoriknya.
Dalam bidang pembelajaran Tahfidzul Qur’an, siswa dapat menyetorkan hafalan qur’an mereka dengan cara merekam video lalu dikirimkan kepada wali kelasnya. Evaluasi disampaikan melalui WA jika ada kesalahan ayat, makhraj dan tajwid.
