iklan Kereta berjejer diparkir di stasiun kereta api yang sepi selama 'Jam malam Janta' setelah pandemi virus corona di Guwahati, India.
Kereta berjejer diparkir di stasiun kereta api yang sepi selama 'Jam malam Janta' setelah pandemi virus corona di Guwahati, India. ( ft/pti)

JAMBIUPDATE.CO, BANDUNG- Menteri Perhubungan mengeluarkan keputusan agar moda transportasi publik segera melayani masyarakat, baik bus, kereta api, kapal laut dan pesawat.

Menyikapi keputusan Menhub tersebut, PT KAI Daop II Bandung melalui Manajer Humas, Joni Martinua menyatakan masih menunggu hasil rapat hari ini terkait pengoperasian kereta api.

“Kereta api saat ini kita masih bahas dengan temen-teman Direktorat Jendral Kereta Apian (DJKA) selaku perpanjangan tangan dari Kemenhub,” jelasnya, Kamis (7/5 ).

Joni menambahkan, sejak semalam semua pejabat PT KAI Daop II Bandung, masih rapat perihal pengoperasian kembali kereta api.

“Jadi hari ini masih rapat. Jadi semalam sudah kita laksanakan rapat dan hari ini rapat lanjutannya. Kalaupun membuka layanan, diterapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Maka dari itu, PT KAI Daop II terus menyiapkan langkah dalam rapat tentang ini.

“Kita harus kita rapatkan, karena kan banyak syarat yang harus di penuhi, misalnya terkait soal stasiun pasti akan menerapkan protokol kesehatan yang di syaratkan oleh surat edaran nomor 4, belum lagi akan ada kalau enggak salah di poin 2 itu tentang pemantauan dan pengawasan yang melibatkan dari penyelenggara pelaksana,” paparnya.

Untuk penegakan aturan sesuai protokol kesehatan, nanti operator dari pemerintah juga dari TNI Polri itu juga kita bahas.

“Intinya kami masih membahas lajutannya dengan DJKA. Agar pelaksaaan pengoperasian kereta api selama masa pandemi ini sesuai dengan aturan pemerintah,” pungkasnya

(arf/pojoksatu)


Sumber: www.pojoksatu.id

Berita Terkait



add images