Adila Ghina Rizkia dan Sadza Putri A.S, Mahasiswi STIFI Perintis Padang
Adila Ghina Rizkia dan Sadza Putri A.S, Mahasiswi STIFI Perintis Padang

Penulis: Adila Ghina Rizkia dan Sadza Putri A.S, Mahasiswi STIFI Perintis Padang

Napza istilah dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Biasanya NAPZA digunakan di bidang medis sebagai pengetahuan dan pengobatan. Namun penggunaan Napza sendiri banyak disalahgunakan. Penyalahgunaan Napza adalah suatu pola perilaku di mana seseorang menggunakan obat-obatan golongan narkotika, psikotoprika, dan zat aditif yang tidak sesuai fungsinya. Napza sendiri memiliki dampak terhadap diri sendiri, keluarga, masyarakat dan bangsa.

Adapun dampak penyalahgunaan napza yaitu dampak terhadap fisik, seorang pemakai napza dapat mengalami kerusakan organ tubuh dan dapat menjadi sakit sebagai akibat langsung adanya Napza dalam darahmisalnya kerusakan paru-paru, ginjal, hati, jantung dan sebagainya. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit tertentu. Dampak terhadap moral dan mental biasanya sipemakai akan berubah menjadi tertutup karena malu terhadapa dirinya, takut apabila dirinya ketahuan oleh orang lain jika dia telah melakukan sesuatu perbuatan yang buruk, rendah diri dan sering merasa bahwa dirinya tidak berguna. Sipemakai juga dapat berubah menjadi egois, selalu curiga dan bermusuhan serta tidak peduli terhadap orang lain. Ditunjang dari segi kondisi fisik yang semakin buruk dan melemah, pemakai akan berubah menjadi malas lalu dia menjadi tidak berkembang dan dengan kebutuhan yang semakin banyak dan mahal maka pemakai dapat melakukan tindakan buruk untuk mendapatkan apa ynag dia inginkan.

Penyalahgunaan Napza tentu akan berdampak bagi keluarganya, masyarakat dan juga bangsa. Dapat menimbulkan masalah seperti pada masalah psikologi bila ada salah satu keluarganya yang terlibat dengan NAPZA maka akan timbul masalah psikologi yaitu terganggunya keharmonisan rumah tangga karena muncul rasa malu terhadap ayah, ibu, dan saudara-saudaranya terhadap tetangga dan masyarakat. Akan timbul masalah dalam perekonomian yaitu banyaknya uang yang terbuang untuk berobat dalam jangka waktu yang lama. Dapat timbul masalah kekerasan dan kriminalitas karena adanya masalah perekonomian sehingga ada kekerasan dalam keluarga misalnya perkelahian, penganiayaan, bahkan dapat membunuh satu sama lain.

Untuk mencegah hal ini terjadi tentunya kita harus meningkatkan kewaspadaan kita terhadap penyalahgunaan napza. Sebagai orang tua tentunya harus memperhatikan apa saja yang telah dilakukan oleh anaknya, mewaspadai adanya tanda awal pemakaian Napza untuk itu yang orang tua harus memperhatikan berbagai hal. Orang tua harus mewaspadai sikap dan tingkah lakunya mengalami perubahan mulai dari kurang akrab, lebih tertutup, suka menyendiri, sensitif, mudah tersinggung, bersikap ragu dan malu seolah-lah memiliki rasa bersalah, tidur larut malam, bangun terlambat hingga membolos sekolah, sering meminta uang, suka berpergian atau menginap dirumah teman, sering menjual barang yang ada dirumah atau mencurinya, gemar berbohong, menipu dan menyakinkan seolah olah apa yang dia katakan benar.

Orang tua perlu mewaspadai adanya Napza dikamar, lemari, tas, kantong baju atau kendaraan. Bentuk Napza yang harus diwaspadai yaitu pil atau  kapsul berbentuk atau berwarna apapaun, bubuk berwarna putih atau apapun, daun kering apapun, rokok, cairan pelarut penghapus cariran, lem, thinner dan bau tajam lainnya, alkohol dan minuman lainnya. Harus mewaspadai apakah ada alat-alat yang mungkin dipakai untuk menggunakan napza seperti Gelas dengan pengaduk, suntik, kertas timah, korek api, selang kecil atau sedotan limun, corong, dan lampu kecil atau lilin.

Apabila orang tua menemukan jika anaknya dalam kondisi tersebut maka jangan langsung menuduh terlebih dahulu karena menuduh tanpa ada alasan yang kuat akan menyebabkan anak akan mengalami frustasi. Alangkah baiknya terlebih dahulu atur strategi apakah anak benar-benar terlibat dengan napza atau tidak. Jika terlibat maka orang tua harus mengambil langkah kedepannya dengan bijaksana agar tidak ada lagi salah satu keluarga yang terlibat dengan Napza.(**)


Komentar

Berita Terkait

Yang Tidak Baru di Era Kenormalan Baru

Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

New Normal adalah Berdamai dengan Corona

WASPADA: PILKADA BERTARUH NYAWA  

Injury Time Puasa Ramadhan

INDONESIA TAK MENYERAH!

Rekomendasi




add images