Kini kesembilan warga binaannya itu telah kembali dan diamankan ke tempat yang layak jadi tempat penahanan warga binaan.
Hanya saja, gempa itu meninggalkan jejak di bangunan Rutan Mamuju. Tembok pembatas ambruk dan rata dengan tanah.
Pantauan di lokasi, tembok pembatas antara bangunan Rutan di bagian dalam dengan rumah warga ambruk. Petugas Rutan pun membuat pembatas baru menggunakan kawat berduri agar warga binaan tak ada lagi yang kabur.
Namun sejumlah aktivitas perkantoran Rutan Mamuju berjalan seperti biasa. Hanya saja, mereka bekerja di area teras dan pintu masuk. Mereka khawatir jika gempa susulan datang, sementara ia justru berada di dalam gedung.
Namun, lanjut Gusti, gempa tersebut membuat satu warga binaan dan dua petugas Rutan Mamuju terluka akibat terkena reruntuhan bangunan tembokpembatas tadi.
“Saat dicek, satu orang warga binaan patah tulang di tangan terkena runtuhan dan dua petugas luka robek dan jari kakinya patah,” tambahnya. (Ishak/fajar)
Sumber: fajar.co.id
