Ilustrasi.
Ilustrasi. (Pixabay)

JAMBIUPDATE.CO, WONOSOBO – Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Wonosobo, menyebutkan dari 999,276 km jalan kabupaten, 39 persen kondisinya rusak parah. Padahal sejak tahun 2020, kegiatan pembangunan maupun perbaikan terhambat lantaran anggaran dipangkas refocusing covid 19.

“ Untuk jalan Kabupaten sepanjang 999,276 km kondisi jalan rusak ringan dan rusak berat tahun 2020 pada kisaran 39%,” ungkap Kabid Bina Marga DPU PR Ika Aris Jatmika, kemarin saat di konfirmasi via whatsapp.

Menurutnya, kondisi jalan memang semakin memburuk, lantaran sejumlah program perbaikan dan pembangunan jalan di beberapa ruas terhambat, karena pada tahun 2020 ini, anggaran untuk bidang yang ia pimpin dipangkas hingga Rp.60 milyar lebih.

“ kami bidang BM, pada tahun 2020 kehilangan anggaran pembangunan jalan sekitar Rp.60 milyar kena refocusing baik oleh pemerintah pusat dan daerah. Tahun inipun sudah ada warning, kemungkinan pemangkasan anggaran lagi,” ucapnya seperti dikutip dari Magelang Ekspres (Fajar Indonesia Network Grup).

Sementara itu, anggota komisi C DPRD Wonosobo, Nawawi, mengatakan,dari hasil monitoring yang dilakukan oleh komisi C, hampir semua jalan kabupaten rusak atau berlubang. Curah hujan yang tinggi dan system drainase yang buruk semakin memperparah kondisi jalan.

“ jalan memang menjadi penghubung aktivitas social ekonomi, sehingga ketika rusak, masyarakat akan cepat bereaksi, disini pemerintah harus hadir, harus ada upaya yang jelas dan terukur untuk memperbaiki jalan,” ucapnya.

Dari pantuan yang dilakukan, kondisi jalan kabupaten yang rusak ada di wilayah kecamatan Kalikajar, Kalibawang, Kaliwiro, Watumalang, Mojotengah, dan Kejajar. Bahkan sejumlah ruas jalan di pusat kota sudah membuat jantungan pengguna jalan.

“ di pusat kota saja rusak belum diperbaiki, bahkan jalan angkatan 45 di jantung kota sudah bonyok, dan jalan RSUD bikin jantungan,” ujarnya.

Kades Sikunang Kejajar, Nuramin mengatakan bahwa jalan kabupaten penghubung antara desa sekunang dengan desa campursari sudah puluhan tahun tidak dibangun, kondisi jalan rusak dan sempit.

“ kita minta jalan tersebut dilakukan pelebaran, karena meski jalan kabupaten tapi masih sempit, pemerintah desa siap membantu,” katanya.

Menurutnya, jalan kabupaten tersebut penting untuk mendukung sector ekonomi di dua desa sekaligus menghubungkan ke kecamatan watumalang. Bahkan potensi wisata dan pertanian akan semakin terdongkrak. (gus)


Sumber: www.fin.co.id

Komentar

Berita Terkait

Santunan Sriwijaya Air Segera Dicairkan

APBD Fokus Kesehatan dan Ekonomi

Jadi Pengadar Narkoba, Mantan Kades Ditembak Mati

Dua Hari Usai Divaksin, dr Rani Rasyidin Terinfeksi Covid-19

Rekomendasi




add images