Gunung Merapi terpantau memuntahkan awan panas, Senin sore (25/1) tepatnya 17.11. Berdasarkan data laporan BPPTKG, awan panas guguran meluncur sejauh 1,2 kilometer. Tepatnya menuju hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.
Gunung Merapi terpantau memuntahkan awan panas, Senin sore (25/1) tepatnya 17.11. Berdasarkan data laporan BPPTKG, awan panas guguran meluncur sejauh 1,2 kilometer. Tepatnya menuju hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. (Dok. BPPTKG)

JAMBIUPDATE CO, JAKARTA - Gunung Merapi terpantau kembali memuntahkan awan panas, Senin sore (25/1) tepatnya 17.11. Berdasarkan data laporan BPPTKG, awan panas guguran meluncur sejauh 1,2 kilometer. Tepatnya menuju hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. Seismogram mencatat dengan amplitudo 32 milimeter.

“Benar ada luncuran awan panas guguran sore ini. Sejauh 1.200 meter ke arah hulu Kali Krasak dan Kali Boyong dengan durasi 120 detik. Belum terlaporkan munculnya hujan abu vulkanik pasca awan panas guguran,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Radar Jogja, Selasa (26/1).

BPPTKG juga mencatat adanya aktivitas vulkanik lainnya. Meliputi 35 guguran, 9 kali hembusan dan 4 kali gempa fase banyak. Sementara untuk status masih bertahan Siaga atau Level III. Untuk zona potensi bahaya beradius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

“Kalau untuk pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi sisi barat daya per 21 Januari memiliki volume 104 ribu meter kubik. Sementara untuk pertumbuhan kubah lava harian mencapai rata-rata 8,6 ribu meter kubik,” katanya.(jawapos)


Sumber: www.jawapos.com

Komentar

Rekomendasi




add images