Sementara itu, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Hidayat Rahman mengatakan, penurunan harga telur ayam telah berlangsung selama dua bulan terakhir.
“Jadi harga (telur) dari Rp23 ribu hingga Rp22 ribu per kg kemudian dua bulan lalu turun terus dan menyentuh Rp16 ribu dalam sepekan ini. Sebelumnya Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per kg,” katanya.
Menurut Hidayat, harga telur ayam ini turun berkebalikan dengan biaya produksi, salah satunya harga kedelai melonjak. Bungkil kedelai merupakan sumber protein untuk ternak. “Dengan harga kedelai internasional ini naiknya nggak ketulung lagi, otomatis harga bahan dasar kita naik,” tuturnya.
Terpisah, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Syailendra mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi untuk melihat kembali harga acuan bahan pokok.
“Infonya kan pakan ternak ayam naik, harga DOC naik meskipun harga ini masih di range batas acuan, sehingga peternak ayam merasa dirugikan. Kami sedang melihat dan masih proses,” katanya.
Kementerian Perdagangan juga akan melakukan treatment secara struktural. Treatment yang dimaksud adalah diperlukan untuk pakan ternak yang organik. Dengan cara ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah pakan ternak, komponen terbesar biaya produksi. (din/fin)
Sumber: fin.co.id
