Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh Samsudin, seorang sopir truk angkutan barang yang biasa melintasi jalan tersebut. Menurutnya waktu tempuh jalan dari Sabak menuju ke Jambi ataupun sebaliknya kini relatif lebih singkat dibanding sebelumya.
Dulu menempuh jalan tersebut bisa memakan waktu selama tiga jam untuk melintasi jalan yang sepanjang 61 kilo meter mengingat jalan masih ada yang rusak. Namun setelah adanya perbaikan dari tahun ke tahun, kini cukup 1,5 jam masyarakat sudah bisa melintasi jalan tersebut. "Apabila yang lainnya sudah diperbaiki mungkin bisa lebih singkat lagi," ungkapnya.
Fachmi menjelaskan, Kementerian PUPR meminta dukungan kepada masyarakat khususnya Pemerintah Daerah setempat, agar pekerjaan berjalan lancar. Terutama pada beberapa titik yang bersinggungan dengan lahan dan utilitas seperti pada rencana penataan Simpang Sijenjang di Kota Jambi yang merupakan titik 0 proyek dan Simpang Talang Babat di Kota Muara Sabak, Tanjabtim, dimana diperlukan koordinasi yang intens dari berbagai pihak agar pekerjaan berjalan lancar sesuai harapan.
"Selain itu kami juga menghimbau kepada masyakat atau pengguna jalan yang melintasi kawasan pekerjaan agar bersabar terhadap dampak yang ditimbulkan selama proses pekerjaan, dan tetap berhati-hati serta memperhatikan dan mematuhi rambu-rambu yang disebar selama masa pelaksanaan konstruksi," imbaunya. (rid)
