Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Bantuan dana Covid-19 bagi pelaku UMKM Kota Jambi 2020 lalu belum sepenuhnya terealisasi. Hal tersebut terlihat berdasarkan data Bidang UMKM Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kota Jambi.

Ada 4.000 warga yang terblokir dari total 19.099 pendaftar. Dikatan, Kabid UMKM Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kota Jambi, Rahmatia, warga yang belum mendapat bantuan tersebut terblokir lantaran nomor seluler yang dilampirkan tidak dapat dihubungi.

"Petugas dari pihak bank kesulitan menghubungi pelaku UMKM yang terdaftar, nomornya ada yang tidak aktif," katanya.

Untuk menerima uang bantuan tersebut, kata Rahmatia, petugas akan menghubungi melalui telepon seluler. Saat ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan di Kota Jambi agar dapat menginformasikan kepada warga di wilayah masing-masing.

"Total 4.000an warga tersebar di 11 Kecamatan di Kota Jambi dan kita sudah menghubungi pihak Kecamatan agar dapat diinfokan kepada warga," katanya.

"Mereka ini belum mendapatkan bantuan bukan karena tidak dapat, persoalannya karena tidak bisa dihubungi," tambahnya.
Rahmatia menambahkan, pihaknya memang hanya sebagai fasilitator.

Untuk menentukan pelaku UMKM mendapatkan bantuan atau tidak, adalah pihak bank yang bekerja sama dengan Kementerian UMKM.

"Bantuan ini kan dari pusat. Kita hanya menerima data dari pihak Kelurahan/Kecamatan. Kemudian diinput datanya secara daring dan proses selanjutnya dari pihak bank yang memverifikasi dan langsung ditransfer ke rekening yang bersangkutan," katanya.

Untuk jumlah bantuan Rp 2,4 juta untuk setiap pelaku usaha. 2021 ini, menurutnya Rahmatia jika dana bantuan Covid-19 tersebut masih ada, kemungkinan bantuan bagi UMKM akan dilanjutkan.

"Tapi kita selesaikan dulu bantuan tahun 2020 ini, dan jika program ini berkelanjutan, maka kita akan lebih ketat lagi dalam pendataan agar bantuan semakin tepat sasaran," jelasnya.

Kata Rahmatia, pihaknya tidak ingin ada usaha-usaha baru yang hanya aktif saat akan ada bantuan saja.

"Pengalaman pada bantuan tahun lalu, banyak usaha dadakan yang terdata. Jadi kita akan lebih awasi lagi," pungkasnya. (hfz)


Sumber: www.jambiupdate.co

Komentar

Rekomendasi




add images