iklan Melalui anak perusahaannya, PT PLN Gas & Geothermal (PLN GG) menggandeng PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dalam joint study untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Melalui anak perusahaannya, PT PLN Gas & Geothermal (PLN GG) menggandeng PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dalam joint study untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). ( (dok. PLN))

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) terus mendorong transis energi dari energi fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT). Upaya dilakhkan mulai dari penyediaan energi, hingga pemanfaatan EBT di lingkungan internal perusahaan.

Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Agus Suprijanto menjelaskan, transisi energi dari sisi penyediaan EBT.  Pertamina melalui anak usahanya, PT Pertamina Gothermal Energy (PGE), baru saja menambah satu Wilayah Kerja (WK) Geothermal. Dengan penambahan itu, PGE kini mengoperasikan 15 WK.

“Ini dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), untuk transisi energi,” ujar Agus dalam keterangannya, Kamis (11/3).

WK baru panas bumi yang izin pengembangannya telah diserahkan kepada PGE tersebut, berlokasi di Kotamobagu Sulawesi Utara. Sebelumnya, PGE telah beroperasi di 14 WK yang berlokasi di Seulawah – Aceh, Sibayak – Sumatera Utara, Sarulla – Sumatera Utara, Hululais – Bengkulu, Lumut Balai – Sumatera Selatan, Ulubelu – Lampung, Gunung Salak – Jawa Barat, Wayang Windu – Jawa Barat, Drajat – Jawa Barat, Kamojang – Jawa Barat, Karaha – Jawa Barat, Gunung Lawu – Jawa Tengah, Bedugul – Bali, dan Lahendong – Sulawesi Utara.

Saat ini kapasitas terpasang PLTP yang operasikan sendiri oleh PGE adalah sebesar 672 MW. Sesuai dengan masterplan Pertamina, pengembangan panas bumi dalam lima tahun ke depan akan meningkat 2 kali lipat menjadi 1.112 Megawatt (1,1 Gigawatt) pada tahun 2026.

Di samping operasional sendiri oleh PGE, Pertamina juga mengelola panas bumi bersama mitra melalui joint operation contract dengan kapasitas terpasang sebesar 1.205 MW.

“Potensi geothermal di Indonesia sangat tinggi, termasuk nomor 2 terbesar di dunia namun baru 7 persen yang telah dikembangkan. Dengan roadmap Pertamina, dalam lima tahun ke depan akan naik dua kali lipat,” ungkapnya.


Berita Terkait



add images